<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792</id><updated>2011-08-02T11:01:58.876-07:00</updated><category term='review manga'/><category term='review novel terjemahan'/><category term='review novel pop'/><category term='review dorama'/><category term='review novel'/><category term='review anime'/><category term='review novel teenlit'/><category term='review kumcer'/><category term='review film'/><title type='text'>Appreciation is beautiful</title><subtitle type='html'>Sekedar mencoba mengapresiasi sebuah karya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-3268315530910363270</id><published>2010-08-17T20:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T20:14:09.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Gugatan Rasial Yang Tidak Menyudutkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtP7aLQNjI/AAAAAAAAAIw/LXe9fUvdARs/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtP7aLQNjI/AAAAAAAAAIw/LXe9fUvdARs/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506582851447961138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : Dimsum Terakhir&lt;br /&gt;Penulis    : Clara Ng&lt;br /&gt;Penerbit   : PT Gramedia Pustaka utama&lt;br /&gt;Halaman    : 361&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara Ng adalah salah satu penulis novel yang saya kagumi cara bertutur dan ide ceritanya.  Ringan, pop, mengalir namun bermakna.  Membuat manggut-manggut selesai membaca, antara menikmati bacaan yang tidak perlu banyak menguras otak sekaligus mendapatkan pesan dan kesan yang tidak ala kadarnya.  Sebuah kombinasi yang jarang di dapat dari novel-novel aliran pop Indonesia.  Sejumlah media menyebutkan bahwa karya-karya Clara Ng mampu menghilangkan batas antara populer dan sastra.  Saya rasa mayoritas karakter pembaca pun akan menyetujuinya (termasuk saya).  Bila mencari sesuatu yang ringan tapi bermakna, Clara Ng bisa menjadi salah satu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimsum Terakhir bisa dianggap sebagai salah satu karya Clara Ng yang banyak menghasilkan komentar positif dari sejumlah review-er.  Tema kisah yang diangkap cukup riskan, yaitu mengenai kehidupan keluarga keturunan dan pergaulan bebas.  Kelebihannya, Clara Ng berhasil menyulap topik tersebut menjadi sebuah cerita drama kelaurga yang manis mengharukan tanpa kesan menggurui atau menyalahkan banyak pihak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimsum Terakhir bercerita tentang keluarga nung Antasana, warga asli Tionghoa yang masih kuat memegang adat budaya keluar, yang memiliki empat putri kembar, yaitu Siska (digambarkan sebagai wanita karier yang mandiri dan modern), Indah (novelist yang berkepribadian serius dan teguh memegang prinsip-prinsipnya), Rosi/Roni (seorang lesbian yang kemudian memutuskan untuk menjadi laki-laki) dan Novera (perempuan dengan karakter pendiam, kalem dan tidak menonjol).  Keempat putri Nung yang sudah hidup mandiri dan terpisah dari ayahnya dipaksa untuk kembali berkumpul ketika mendengar ayahnya jatuh sakit dan diperkirakan masanya tinggal sedikit lagi.  Dimulailah kisah yang menuntut keempat perempuan dewasa itu kembali memahami arti sebuah ikatan keluarga dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bahasa dan karakterisasi seorang Clara NG atas cerita dan tokohnya sudah tidak perlu diragukan lagi.  Kembar empat putri Nung dijalankan dnegan sangat manis sesuai dengan pribadi mereka masing-masing yang unik dan khas.  Siska dengan keberaniannya bersikap dan berbicara, Indah denagn segala prinsipnya, Rosi dengan keriangan dan kecuekannya serta Novera denagn ketidakmenonjolannya terjalin manis saling melengkapi dan enak untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal positif lain yang bsia saya rasakan dari novel ini adalah mengenai bagaimana penulisnya mencoba menyentil sejumlah masalah-masalah dan penilaian sosial yang berhubungan dengan rasial dan norma budaya yangd engan manis segera diakhiri dengan sebuah komentar atau ending yang tidak bermaksud menyalahkan atau menggurui.  Semua ilustrasi digambarkan dengan lugas sebagai sebuah fenomena hidup yang bsia dipelajari oleh pihak manapun tanpa ada yang merasa disudutkan.  &lt;br /&gt;Contoh kecil, saat penulis menggambarkan bagaimana Nung menjadi salah satu korban kerusuhan ras pada Mei 1998.  tanpa melebih-lebihkan kondisi dan dampak kerusuhan, plot ini dengan manis ditutup dnegan sebuah penyelesaian anak-anak Nung menemukan ayah mereka sudah diselamatkan oleh seorang Haji yang baik hati.  Atau saat si kembar mempermasalahkan kenapa tidak ada libur sekolah di hari Imlek, keluarga Nung dengan bijaksana membuat keputusan untuk merayakan Imlek sebelum jam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kisah Dimsum Terakhir membuat kita tersadar ada sejumlah hal yang perlu direnungkan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat kita yang begitu majemuk dnegan berbagai adat dan istiadat.  Namun di lain pihak, Dimsum Terakhir ditulis tidak untuk melakukan sebuah gugatan atau protes atas kejadian-kejadian tersebut.  Biarlah pembaca yang memutuskan itu bagaimana sebaiknya dan apa sebetulnya.  Penulis telah melakukan tugasnya dengan baik dalam menyampaikan gambaran kehidupan tersebut tanpa menyudutkan satu pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memasukkan novel ini sebagai salah satu novel favorit saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-3268315530910363270?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/3268315530910363270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/08/gugatan-rasial-yang-tidak-menyudutkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3268315530910363270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3268315530910363270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/08/gugatan-rasial-yang-tidak-menyudutkan.html' title='Gugatan Rasial Yang Tidak Menyudutkan'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtP7aLQNjI/AAAAAAAAAIw/LXe9fUvdARs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-8628797463863700331</id><published>2010-08-17T20:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T20:14:45.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Adaptasi Kisah yang Manis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtO03o0d6I/AAAAAAAAAIg/7-z1C26CXY8/s1600/cover+depan+bund+amakin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtO03o0d6I/AAAAAAAAAIg/7-z1C26CXY8/s200/cover+depan+bund+amakin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506581639585888162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul   :  Moga Bunda Disayang Allah&lt;br /&gt;Penulis :  Tere-Liye&lt;br /&gt;Penerbit: RepubliKA&lt;br /&gt;Halaman : 246 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup Hellen Keller, penulis Amerika Serikat yang mengidap buta-bisu-tuli seolah sudah menjadi legenda di seluruh dunia.  Perjuangan Heller yang dibantu oleh gurunya yang bernama Anne Sullivan demi keluar dari segala keterbatasan untuk hidup dan menikmati paendidikan setara dengan mereka yang tidak memiliki keterbatasan indera telah menginspirasi jutaan manusia di dunia.  Kerja keras dan nilai pantang menyerah menjadi teladan tidak hanya bagi mereka yang memiliki keterbatasan indera, namun juga mereka yang memiliki indera normal dan utuh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hellen Keller adalah bayi normal ketika dilahirkan.  Pada usia 18 tahun dia terserang skarlatina (scarlett fever) yang lantas mematikan indera penglihatan dan pendengarannya.  Hellen perlahan mulai mengalami kebisuan.&lt;span class="fullpost"&gt;  Dalam dunianya yang sunyi dan gelap Hellen tumbuh menjadi liar.  Orang tuanya yang yakin kecerdasan Hellen tidak berkurang beranggapan masih ada harapan untuk mendidik Hellen.  Annie Sullivan, lulusan dari Parkin School for blinds (sekolah untuk orang buta) dikirim sebagai guru privatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Annie Sullivan untuk mendidik Hellen tidak bisa dibilang mudah.  Dia melalui minggu pertama dengan sebuah ”pertarungan” sengit demi membiasakan Hellen makan dengan garpu dan duduk di kursi.  Hasilnya Hellen berhasil dibiasakan, namun Anne harus merelakan dua gigi depannya tanggal.  Selanjutnya Anne mencoba mengajarkan bahasa isyarat dengan menuliskan simbol-simbolnya pada telapak atngan Hellen.  Hellen awalnya menganggap itu sebagai permainan kombinasi huruf yang mengasyikan.  Dia menghafal semua kombinasi kata namun sama sekali tidak berpikir kalau kata-kata tersebut ada wujudnya.  Baru setelah Annie membawa Hellen kebawah pompa air dan mengalirkan air terus-menerus ke tangan Hellen sambil berulang kali menuliskan kata w-a-t-e-r pada telapak tangannya, gadis itu mulai mengerti kalau setiap wujud di dunia memiliki nama, dan cairan dingin menyegarkan yang kini mengaliri tangannay adalah air (water).  Setelah itu Hellen memulai petualangan barunya menyingkap dunia ilmu pengetahuan dan menyambung inderanya kembali pada peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup Hellen Keller adalah legenda abadi.  Ceritanya telah banyak dituangkan dalam berbagai media.  Buku biografi, komik, film, drama.  Miracle of Works adalah film mengenai Hellen Keller yang paling terkenal saat ini.  Cerita dan tulisan Hellen telah banyak diterjemahkan dan diadaptasikan dalam berbagai bahasa.  Salah satu adaptasi kisah yang cukup manis adalah pada novel ini, Moga Bunda Disayang Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah novel ini dituturkan dengan manis dan mengalir melalui bahasa lugas dengan deskripsi yang menis.  Menggunakan setting sebuah kota kecil di pinggir pantai, penulisnya mencoba menggambarkan perjuangan seorang gadis kecil bernama Melati yang merupakan adaptasi dari sosok Hellen Keller.  Pemuda pendidik anak-anak bernama Karang dipilih sebagai sosok guru yang kemudian datang membantu Melati menemukan kembali cahaya pengetahuannya.  Secara garis besar, plot cerita tidak jauh berbeda dengan kisah besar Hellen Keller, meskipun penulis mencoba membuat selingan plot kecil mengenai masa lalu dan kisah cinta Pak guru Karang dengan dokter Kinasih, atau plot mengenai sikap orang tua Melati atas Karang dan sejumlah plot kecil lain.  Namun demikian, mungkin karena penggunaan bahasa yang lebih familiar dan detail cerita yang lebih manis, kisah ini jadi lebih mudah diikuti dan dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, deskripsi dan narasi yang dituangkan dalam buku ini juga membuat saya betah untuk menikmati lembar-demi lembar kisahnya.  Walaupun di beebrapa sisi terasa klise, tapi novel ini tetap saja terasa enak untuk dibaca.  Meskipun di beberapa bagian terdapat kalimat non baku yang (seolah) muncul untuk melucu, tetap saya kenikmatan membaca keseluruhan cerita ini tidak berkurang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini termasuk salah satu yang berhasil saya selesaikan dengan singkat.  Bahasanya ringan dan plotnya limayan bisa ditebak.  Mungkin bagi pembaca yang berharap kisah manis mengharukan dengan plot yang orisinal dan fresh, novel ini bisa sedikit membuat kecewa.  Tapi bagi mereka yang sekedar mencari bacaan ringan penggugah inspirasi, novel ini bisa dijadikan salah satu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-8628797463863700331?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/8628797463863700331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/08/judul-moga-bunda-disayang-allah-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8628797463863700331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8628797463863700331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/08/judul-moga-bunda-disayang-allah-penulis.html' title='Adaptasi Kisah yang Manis'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TGtO03o0d6I/AAAAAAAAAIg/7-z1C26CXY8/s72-c/cover+depan+bund+amakin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-6597379553482915491</id><published>2010-07-25T19:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T19:35:13.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Dunia Antah berantah ala Cerita Silat Mandarin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzzrp_uxCI/AAAAAAAAAIQ/fC32gNP5tk0/s1600/R9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzzrp_uxCI/AAAAAAAAAIQ/fC32gNP5tk0/s200/R9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498037176445617186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Ranah Sembilan&lt;br /&gt;Pengarang :  dewi Sartika&lt;br /&gt;Terbitan  :  oase &amp; Penerbit Sembilan&lt;br /&gt;Hal       :  27 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bagi Amon, kedua anak yang dipungutnya itu menyulitkan.  Mereka tidak menghasilkan uang sama sekali – pastinya menghabiskan uang karena bukankah mereka juga perlu makan? --  Mereka payah, lemah, kecuali harus diakui, keduanya cantik.   ………………………… “ (Ranah Sembilan – Dewi Sartika)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali memutuskan untuk membeli buku ini adalah karena saya tertarik dengan judulnya yang unik dnegan embel-embel sederet penghargaan yang berhasil diraih oleh penulisnya.  Saya pikir saya akan membaca sebuah karya sastra berbobot yang membutuhkan sedikit pemikiran untuk memahami permainan diksi dan maknanya.  Sayangnya, ekspetasi saya terhadap karya ini terlalu besar, walau bukan berarti saya kecewa setelah membaca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranah Sembilan bercerita tentag petualangan dua kakak beradik, Lea dan Diana, yang terlempar dari dunia masa kini ke dunia antah berantah di masa lalu (merupakan asumsi saya setelah mempertimbangkan setting dan berbagai atribut yang mirip film-film kungfu klasik).  Dalam petualangan mereka menuju ranah sembilan (sebuah wilayah yang dikuasai oleh sembilan perguruan), mereka berdua bertemu dengan berbagai macam orang  dan terlibat dalam pertikaian antar perguruan di ranah sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berlawanan dengan yang saya perkirakan, novel ranah Sembilan menggunakan gaya bahasa populer dalam penuturannya.  Bahkan dialog non-baku muncul dalam sejumlah dialog.  Plot cerita mengalir lancar bahkan cenderung cepat, seolah kita sedang disuguhi sebuah film laga.  Membacanovel ini saya seperti diingatkan dengan kisah-kisah bertema laga dari negeri Tiongkok macam krangan Kho Ping Ho.  Walaupun dalam novel tersebut tidak dicantumkan dnegan jelas setting apa yang digunakan penulisnya, namun deskripsi dan narasi atas situasi dan adegan bisa dibilang mengarah kesana.  Apalagi keberadaan ilustrasi di setiap bab yang mengingatkan saya pada komik serial Tapak Sakti, makin menambah kental suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya nikmati dari novel ini adalah karakterisasi  dari tokoh-rokoh yang dipilih penulis.  Walaupun cenderung terasa filmis dan komikal, saya cukup menyukai karakterisasi Amon yang pemarah dan egois, Lea yang galak, Diana yang bijak, bixi yang berkepribadian ganda, bahkan Merope yang centil.  Walaupun hanya keluar sebanyak beberapa lembar, namun karakter terakhir tadi cukup membuat saya geregetan.  Reaksi yang umum saya rasakan kalau sedang menikmati sebuah kemik atau film seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada beberapa hal yang sedikit mengganggu kenikmatan saya dalam mengikuti novel ini.  Ada sejumlah plot-plot dalam novel yang memiliki ending tidak jelas bahkan cenderung tidak ada.  Awalnya, saya pikir novel ini akan memakai tipikal plot kisah Perjalanan antar waktu.  Sang tokoh utama terlempar ke dimensi waktu yang berbeda, terlibat petualangan di sana sambil mencari jalan untuk pulang lalu pada akhirnya pulang kembali ke masanya.  Ternyata saya keliru, karena hingga akhir cerita, masalah terlempar ke dimensi waktu lain tidka lagi dibahas hingga akhir.  Ending cerita justru terkesan menyimpang dari plot yang ditawarkan di bagian awal.  Pembaca dibiarkan bertanya-tanya lalu setelah itu apa yang terjadi dengan mereka.  Bisa jadi penulisnya memang sengaja menyimpan ending itu untuk sebuah sequel.  Kalau tidak, sayang sekali penyelesaian seluruh konflik di cerita tersebut jadi terasa tidak lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, banyaknya karakter yang muncul dengan tiba-tiba juga membuat saya menjadi sedikit bingung.  Ada sejumlah karakter yang kemunculannya memang cukup konsisten dalam mendukung plot cerita, namun ada juga karakter sebetulnya memiliki posisi yang cukup penting dalam plot cerita, namun hanya muncul sedikit, sehingga pembagian role dalam plot cerita jadi terasa timpang.  Selain itu, penggunaan sudut pandang orang ketiga yang bersifat omniscient, yang memungkinkan pembaca melihat pikiran semua tokoh, membuat saya jadi sedikit kehilangan fokus terhadap tokoh utama dan plot utama cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua kekurangan yang saya rasakan dari novel ini, saya cukup menikmati kisah petualangannya.  Terutama bagi mereka yang menyukai kisah laga tipe buku-buku Kho Ping Ho, novel ini bisa jadi salah satu koleksi yang asyik untuk dibaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-6597379553482915491?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/6597379553482915491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/dunia-antah-berantah-ala-cerita-silat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6597379553482915491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6597379553482915491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/dunia-antah-berantah-ala-cerita-silat.html' title='Dunia Antah berantah ala Cerita Silat Mandarin'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzzrp_uxCI/AAAAAAAAAIQ/fC32gNP5tk0/s72-c/R9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-2609273477856451616</id><published>2010-07-25T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T19:36:39.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel terjemahan'/><title type='text'>Sahabat Lama yang Hilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzsckxJiFI/AAAAAAAAAII/dFnQZzV9oeg/s1600/oeroeg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzsckxJiFI/AAAAAAAAAII/dFnQZzV9oeg/s200/oeroeg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498029220762847314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang: Hella S.  Haase&lt;br /&gt;Alih Bahasa: Indira Ismail&lt;br /&gt;Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Halaman : 144 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…Oeroeg dan aku selalu bersama dalam setiap tahap perkembangan, mulai dari kanak-kanak hingga lelaki muda.  Bisa kukatakan, Oeroeg melekat pada kehidupan seperti segel cap: terlebih sekarang ini, karena setiap hubungan dan kebersamaan sudah menjadi masa lalu untuk selamanya......”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu menyukai cerita-cerita yang bertutur tentang sejarah, atau minimal menggunakan sejarah sebagai latar belakang kisahnya.  Ada keasyikan tersendiri saat pikiran ini seolah diajak berkelana ke masa lalu, membaca informasi-informasi penting (entah itu berupa dokumentasi nyata atau sekedar fiktif belaka) yang mampu memberikan sebuah gambaran mengenai masa di saat tersebut.  Mungkin karena saya sendiri sangat menyukai cerita-cerita sejarah, dongeng dan sejenisnya, maka membaca tulisan-tulisan atau kisah semacam itu memberikan poin tersendiri dari segi kepuasan pada diri saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oeroeg bercerita tentang kisah persahabatan seorang anak belanda, putra pemilik perkebunan besar di Jawa Barat, Hindia Belanda dengan seorang anak pribumi, Oeroeg, anak dari mandor sang ayah.  Cerita bergulir dalam bentuk naratif panjang yang menggambarkan kehidupan mereka dari masa kanak-kanak yang hangat, lalu masa remaja yang mulai berjarak dan akhirnya saat dewasa yang membuat mereka berpikir ternyata prinsip dan kenyataan tidak bisa dikesampingkan untuk menjembatani sebuah perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa saya rasakan dan saya simpulkan setelah membaca kisah ini.  Yang pertama adalah perkembangan cara berpikir antara tokoh “aku” dan Oeroeg tampak sangat kontras.  “Aku” sebagai seorang anak  Belanda, tampak begitu naif ketika dia mempertanyakan (dalam hatinya) perubahan-perubahan yang terjadi pada sahabatnya.  “Aku” digambarkan sebagai sosok yang tidak pernah mempermasalahkan perbedaan status dan ras di antara mereka.  Dia menganggap Oeroeg sebagai temannya dan Hindia Belanda adalah tanah kelahirannya.  Dia mempertanyakan mengapa banyak  orang mempermasalahkan perbedaan-perbedaan tersebut, termasuk orang tuanya.  Bahkan hingga dia dewasa pun dia tetap tidak bermaksud untuk mempermasalahkan segala perbedaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Oeroeg digambarkan sebagai sosok pribumi yang keras dan cepat dewasa.  Bagaimana dia selalu menjadi panutan tokoh “aku” dan pelindungnya saat kanak-kanak, atau bagaimana saat dia lebih cepat mengerti tentang pergaulan dewasa dibanding tokoh “aku”, termasuk juga perkembangan cara berpikir yang lebih dulu menyadari pandangan-pandangan nasionalis dan patriotik dibanding tokoh “aku”.  Ada hal menggelitik hati saya saat membaca bagian dimana tokoh “aku” menggambarkan perubahan sikap Oeroeg remaja sebagai sebuah sikap yang terjadi pada kebanyakan remaja pribumi yang memiliki kesempatan bergaul dengan kalangan kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…Selama bertahun-tahun sekolah di MULO, Oeroeg kehilangan semua sifat yang di Sukabumi menunjukkan dia anak desa.  Aku mendapat kesan ia berupaya keras menghapus segala sesuatu yang berhubungan dengan segala sesuatu yang bisa mengingatkannya pada masa lalu.  Kini ia hanya berbahasa Belanda, pakaiannya sangat kebarat-baratan.  Ia tidak pernah bergaul dengan pembantu-pembantu Lida.   Ia mengabaikan omongan yang berhubungan dengan masa kanak-kanak kami…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan tersebut mengingatkan saya pada kondisi masyarakat bangsa sendiri yang mudah sekali menghilangkan jati diri hanya untuk sebuah status.  Gaya hidup kebarat-baratan yang mudah ditiru, mencibir terhadap budaya sendiri yang dianggap kuno dan konservatif, bahkan cetusan dari para generasi muda yang menyatakan betapa mereka malu terlahir sebagai bangsa Indonesia, bangasa yang sebetulnya miskin, bermoral bobrok dan banyak masalah.  Saya jadi berpikir, bahkan seorang Hella S. Haase pun sudah mengimajinasikan kondisi semacam itu dalam karya klasiknya.  Miris mendengarnya.  Bila yang diharapkan bisa merubah kondisi itu sudah mengeluarkan pernyataan apatis, skeptis dan negatif semacam itu, lalu bagaimana bangsa ini bisa berubah? Maka pertanyaan saya muncul saat membaca kisah Oeroeg.  Apakah penggambaran itu hanya sebuah imajinasi tentang seorang Oeroeg, atau sebuah refleksi salah satu karakter pribumi di masa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hella menuturkan kisah persahabatan dua orang yang berbeda tersebut secara manis dan mengalun.  Gaya feminim terasa sekali dalam setiap penuturannya.  Sudut pandang yang diambil adalah terbatas dari sudut pandang tokoh “Aku”  pembaca seolah diajak untuk ikut bertanya-tanya bersama “Aku” atas segala perubahan-perubahan yang dia lihat dan dia rasakan atas seorang Oeroeg, keluarganya, masyarakat dan tatanan sosial.  Tidak ada satupun penuturan yang bisa menjelaskan secara pasti bagaimana isi kepal seorang Oeroeg.  Yang ada hanya percobaan untuk menebak bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Hella dalam kisah ini juga seolah menggambarkan tidak semua orang Belanda adalah penjajah yang digambarkan kejam dan sewenang-wenang.  Bahwa anak-anak Belanda yang terlahir di Hindia Belanda pun bisa memiliki perasaan lokalitas yang sama.  Hal ini digambarkan dengan tokoh “Aku” yang masih tetap menganggap bumi Parahiangan sebagai tanah kelahirannya.  Selain itu sejumlah tokoh yang dimunculkan juga digambarkan sebagai orang-orang Eropa yang tidak begitu mempermasalahkan soal perbedaan status “penjajah” dan “yang dijajah”.  Penggambaran perbedaan itu masih ada, namun lebih cenderung dalam hal “majikan” dan “pelayan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan tokoh Gerard sang pemburu yang berpikiran terbuka, atau Lida, ibu asuh yang mau menerima Oeroeg dengan baik maupun keputusan ayah si “aku” untuk bersedia menyekolahkan Oeroeg memberikan kemingkinan gambaran-gambaran baru mengenai masyarakat penjajah pada saat itu.  Saya tidak berani menyimpulkan apakah penggambaran positif dari sisi pihak Belanda ini muncul karena sang penulis adalah orang Belanda atau tidak.  Yang jelas, kisah ini memberi saya sebuah gambaran yang lebih manusiawi mengenai bangsa lain yang pernah ikut tinggal (bahkan mungkin sempat merasa menjadi bagian) di tanah air tercinta ini.  Membayangkan ada sebuah tatanan kehidupan lain yang lebih manis selain perang melawan penjajah, penyiksaan pada pekerja rodi maupun peristiwa tanam paksa menjadi satu hal menarik yang bisa saya nikmati dari kisah klasik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada akhirnya baik tokoh “Aku” maupun Oeroeg harus dipaksa untuk memilih jalan mereka masing-masing karena perkembangan situasi dan pemahaman terhadap identitas diri yang lebih dewasa, saya tetap bisa meraskan sebuah kehilangan yang dirasakan oleh si tokoh utama.  Bagi saya pribadi Hella sudah berhasil memberikan sebuah kisah indah yang mampu memberikan gambaran objektif, tanpa menegatifkan salah satu sisi atau kepribadian salah satu bangsa,  mengenai sebuah hubungan antara seorang anak belanda dengan seorang anak pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Secara kiasan, tanah longsor berarti perubahan tak mendasr yang menimbun dan memusnahkan semua yang sebelumnya ada.  Dan dalam konteks ini, Oeroeg berarti perpisahan dengan tanah kelahiranku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-2609273477856451616?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/2609273477856451616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/sahabat-lama-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/2609273477856451616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/2609273477856451616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/sahabat-lama-yang-hilang.html' title='Sahabat Lama yang Hilang'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEzsckxJiFI/AAAAAAAAAII/dFnQZzV9oeg/s72-c/oeroeg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-6552693274694752928</id><published>2010-07-25T18:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T18:45:31.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review kumcer'/><title type='text'>Cinta Skeptis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEznxiEGDQI/AAAAAAAAAIA/vbTFYIeFYcw/s1600/lovaskeptika-150px.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEznxiEGDQI/AAAAAAAAAIA/vbTFYIeFYcw/s200/lovaskeptika-150px.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498024083256118530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Lovaskeptika&lt;br /&gt;Pengarang :  Dadan Erlangga&lt;br /&gt;Penerbit  :  Masmedia Buana Pustaka&lt;br /&gt;Halaman   :  144&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Lovaskeptika adalah gabungan kata Love dan Skeptic – kunpulan cerpen yang tidak menghadirkan kisah cinta yang serta-merta diwarnai keindahan dan kebahagiaan , tetapi justru nuansa abu-abu dan kegamangan cinta.  Dengan cerdas penulis mengajak kita untuk memandang cinta dari prespektif yang berbeda, kelam namun mencerahkan, pedih namun mendewasakan.” &lt;/span&gt; (Summary Lovaskeptika – Dadan Erlangga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali berkenalan dengan penulis buku kumpulan cerpen ini adalah di sebuah komunitas menulis bernama kemudian.com.  Dari situ saya membaca sejumlah karya penulis, dan langsung memasukkan namanya sebagai salah satu user yang karyanya layak diikuti.  Sejumlah point yang membuat saya menyukai tulisannya adalah gaya bahasanya yang manis dan romantis namun unik dan pemilihan plot yang tidak biasa untuk tema-tema cintanya.  Maka ketika saya mendengar si penulis menerbitkan buku kumpulan cerpennya yang eprtama, saya segera memutuskan untuk mencari debutnya di toko buku terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lovaskeptika menyodorkan lima belas cerita pendek yang bertema sama, cinta yang gamang.  Kelima belas kisah tersebut terjalin oleh benang merah plot hubungan dari para tokoh-tokohnya.  Semua berjumlah tujuh tokoh.  Penuturan mengalir romantis dan melankolis dengan permainan kata yang menggelitik.  Ide dan ending cerita yang tidak biasa juga memberikan keasyikan sendiri bagi saya dalam menikmati buku kumpulan cerpen ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  secara garis besar, ada dua hal yang mengganggu saya dalam mengikuti semua kisah yang tertuang dalam kumpulan cerpen ini.  Yang pertama adalah mengenai karakterisasi dari setiap tokoh yang  terasa kurang kuat, membuat saya tidak bisa dengan segera mengenali siapa saja yang sedang bermain dalam cerita tersebut.  Semua karakter nyaris terasa sama sehingga seolah saya hanya mengandalkan nama untuk membedakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita.  Tidak ada kesan mendalam mengenai si A, si B, si C atau yang lain.  Penokohan yang buram juga membuat saya sedikit kesulitan untuk menarik benang merah dari setiap cerita pendek.  Pertanyaan macam “Si A tadi yang mana ya?” atau “B dan C kisah hubungannya di cerpen yang mana ya?” atau “D itu yang bagaimana?” jadi sering terlontar, membuat saya terpaksa harus kembali membuka-buka lembaran sebelumnya untuk mencari petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua adalah mengenai penyusunan timeline cerpen-cerpen tersebut yang sepertinya tidak dilakukan secara berurutan.  Memang ini bukan sebuah novel sehingga kesinambungan antara bagian tidak lagi menjadi sesuatu yang dianggap mutlak.  Namun bila sudah disebutkan bahwa semua cerpen ini saling berhubungan, akan lebih manis bila penyusunan dari tiap judulnya pun dilakukan secara sitematis dan sedemikian rupa sehingga, pembaca bisa merasa terlibat dalam sebuah grand plot atas roman yang dirangkai oleh masing-masing cerpen.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kedua hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah besar bila cerpen-cerpen dalam buku ini dinikmati secara terpisah.  Saya pribadi menyukai cerpen yang terakhir, yang berjudul Ekapisme.  Menurut saya cerpen ini terasa paling unik dan manis di antara cerpen lain, tidak hanya dari tema yang dipilih, namun juga dari permainan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pembaca yang menyukai tema cinta, ada baiknya melirik sejenak isi dari kumpulan cerpen ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-6552693274694752928?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/6552693274694752928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/cinta-skeptis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6552693274694752928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6552693274694752928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2010/07/cinta-skeptis.html' title='Cinta Skeptis'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/TEznxiEGDQI/AAAAAAAAAIA/vbTFYIeFYcw/s72-c/lovaskeptika-150px.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5276608533520802631</id><published>2009-12-05T20:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T20:40:15.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Dunia Kinanti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllCrZWvTMI/AAAAAAAAAGE/6KS8UbdOWSE/s1600-h/galaksi-kinanthi_depan_ok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 141px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllCrZWvTMI/AAAAAAAAAGE/6KS8UbdOWSE/s200/galaksi-kinanthi_depan_ok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357386545041984706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Judul Buku: Galaksi Kinanthi&lt;br /&gt;Penulis: tasaro GK&lt;br /&gt;Penerbit: Salamadani&lt;br /&gt;Tebal buku: 432 halaman&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta; engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya,  Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat di atas adalah penggalan dari paragraf pembukaan novel Galaksi Kinanthi.  Saya tertarik dengan novel ini karena barisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;endorsement&lt;/span&gt; yang saya baca di cover dan bagian belakangnya (metode yang juga saya terapkan saat memilih film-film bermutu). &lt;span class="fullpost"&gt; Nama-nama macam Dee Lestari, Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rossa dan Gola Gong yang tidak diragukan lagi kualitasnya adalah beberapa penyumbang endorsement buku ini, dan semuanya berkata &lt;em&gt;“well done.”&lt;/em&gt;  Belum lagi deretan prestasi di bidang penulisan yang dimiliki si penulis makin membuat saya penasaran untuk membaca novel ini.  Dan saya tahu saya tidak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Galaksi Kinanthi bercerita tentang perjalanan hidup Kinanthi, seorang gadis yang lahir dan tumbuh di desa miskin di daerah Gunung Kidul.  Dengan kepiawaiannya, penulis (yang &lt;em&gt;notabene&lt;/em&gt; berasal dari daerah yang sama) berhasil menghidupkan sebuah nuansa kolot dan &lt;em&gt;ndesani&lt;/em&gt; dari daerah terpencil tersebut.  Seolah terisolasi dari gegap gempita globalisasi dan modernisasi, desa Kinanthi muncul dengan segala budaya animisme dinamisme yang telah beralkulturasi dengan Islam adat.  Gaya hidup, gaya bicara dan sudut pandang warga yang terlokalisasi tergarap apik, mengingatkan kita pada komunitas kolot masyarakat pedesaan di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kinanthi, yang dikenal sebagai anak keluarga tidak beres dan miskin, bersahabat baik dengan Ajuj, anak &lt;em&gt;rohis&lt;/em&gt; desa yang cukup terpandang.  Kisah cinta yang tidak disetujui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ala&lt;/span&gt; Romeo dan Juliet pun bergulir apik di antara lapisan gambaran mengenai sebuah kebudayaan tradisional yang ironis.  Tasaro bukan hanya sekedar mengisahkan sebuah roman percintaan picisan semata, lebih dari itu, beliau berhasil menceritakan sebuah perjalanan hidup dari seorang perempuan, tidak hanya dari sisi percintaan, namun juga  dari segi perjuangan hidup yang dramatis dan pergulatan batin yang menguras emosi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah hidup Kinanthi yang berikutnya harus terdampar sebagai TKW di Arab Saudi memberi cakrawala baru  bagi pembacanya mengenai dunia TKW yang miris.  Bagaimana para TKW Indonesia diperlakukan di sana, bagaimana pemerintah yang tidak begitu peduli (atau sudah terlalu repot) dengan masalah keluhan TKW atau mereka yang melarikan diri dijelaskan dengan gamblang.  Belum lagi pihak-pihak ketiga yang sengaja memancing di air keruh bahkan terhadap saudara setanah airnya sendiri.  Memang tidak semua kisah para TKW kita sedramatis kisah Kinanthi, tapi setidaknya Tasaro telah memberikan sebuah gambaran kehidupan saudara kita yang patut kita renungkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehidupan &lt;em&gt;post-misery&lt;/em&gt; Kinanthi berikutnya juga bukan hal yang main-main. Penulis telah berhasil menunjukkan keahliannya dalam menggambarkan sebuah dunia modern di sebuah negara adikuasa.  Tasaro menulisnya dengan proporsi yang tepat, tidak melebihkan namun cukup menggambarkan luasnya pengetahuan dan daya imajinasinya.  Gaya bahasa asing, pembicaraan mengenai alien, agama, gaya hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new yorkers&lt;/span&gt;, fenomena dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;publisher&lt;/span&gt; dan penggambaran kegiatan Prof.  Kinanthi Hope sebagai salah satu dari penulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt; dunia berhasil membuat saya terbang dari kesahajaan desa Gunung Kidul dan kekerasan hidup di negeri timur tengah  ke suasana kesibukan dan gempita Park square dan Manhattan.  Tidak ada kata lain yang bisa saya katakan selain "Menakjubkan!".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian akhir juga terasa tidak main-main ketika Kinanthi kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan pribadinya.  Tasaro kembali memainkan emosi para pembaca dalam sebuah penyelesaian kisah cinta dan penantian cinta yang sangat panjang.  Tiap paragraf terasa sarat dengan emosi.  Alur cerita terangkai dengan perkembangan yang mengalir, membuat penasaran dan dramatis pada sejumlah klimak.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ending&lt;/span&gt; yang sulit ditebak membuat saya semakin suka dengan kisah ini.  Tasaro berhasil menulis sebuah kisah cinta yang biasa menjadi begitu tidak biasa.  Kemampuan ini yang selalu saya kagumi dari seorang penulis.  Menulis kisah yang tidak biasa memang sulit, namun menulis kisah biasa menjadi tidak biasa adalah sesuatu yang jauh lebih sulit.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlepas dari semua nilai positif yang saya rasakan dalam novel ini, ada beberapa pertanyaan yang sedikit mengganggu pikiran saya.  Apakah mungkin orang Indonesia bisa menjadi sehebat itu di negara seperti Amerika Serikat?  Persidangan kasus Kinanthi juga menjado sebuah tanda Tanya lain, mungkinkah pemerintah Amerika menjatuhkan keputusan semanis itu bagis seorang TKW Indonesia macam Kinanthi?  Penulis seolah menunjukkan secara tidak langsung bahwa masyarakat barat masih jauh lebih baik daripada timur.  Lalu bagaimana dengan kelanjutan nasib sejumlah tokoh yang sempat muncul sebagai malaikat penyelamat Kinanthi.  Memang Kinanthi berhasil bertemu lagi dengan malaikat penolongnya di Amerika.  Tapi bagaimana dengan malaikat pelindungnya di timur tengah? Saya tidak menemukan penyelesaian kemunculan Borte yang seolah terkesan sengaja dimunculkan supaya ada pihak yang akan menolong Kinanthi di Kuwait dan membantunya menuju KBRI.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak bermaksud mencari jawaban untuk semua pertanyaan itu.  Toh hal itu menjadi hak bagi penulisnya dan tidak mengganggu kenikmatan membaca cerita ini.  Galaksi Kinanthi memang lebih menitikberatkan pada kisah pencarian cinta seorang perempuan dan saya sudah cukup puas dengan apa yang saya baca.  Bagi saya, novel ini layak disebut masterpiece dan dapat disejajarkan dengan novel cinta besar macam Supernova milik Dee Lestari atau novel-novel indah milik Habibbul Rahman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain, saya rekomendasikan total novel ini bagi mereka yang ingin mencari novel roman dengan mutu yang tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5276608533520802631?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5276608533520802631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/duni-kinant.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5276608533520802631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5276608533520802631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/duni-kinant.html' title='Dunia Kinanti'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllCrZWvTMI/AAAAAAAAAGE/6KS8UbdOWSE/s72-c/galaksi-kinanthi_depan_ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-1006799812869335798</id><published>2009-12-05T19:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T20:42:51.113-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review manga'/><title type='text'>Roman Historical series by Eri Kawamura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_c9GKdztI/AAAAAAAAAFU/MSAYwUUc4EU/s1600-h/i33403.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_c9GKdztI/AAAAAAAAAFU/MSAYwUUc4EU/s200/i33403.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336727025641967314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu manga yang saya ikuti sekarang (sampai daftar ke toko buku terdekat untuk disms setiap seri barunya keluar.. ^^) adalah manga roman-historical series buatan mangaka Eri Kawamura,  terbitan m&amp;c  (semoga benar nama penerbitnya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah genre ceritanya yang mencoba mengangkat kisah-kisah percintaan dengan latar belakang sejarah Jepang pada era shogun.  Minimal bisa menambah pengetahuan saya mengenai nama-nama shogun yang terkenal di Jepang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; dan peristiwa-peristiwa penting lainnya di masa pemerintahan mereka.  Hal lain yang menarik dari komik-komik seri ini adalah art (gambar) yang cukup bagus (terutama bagi para penggemar komik shoujo).  Detail kostum kimono atau bangunan jaman dulu juga cukup enak dilihat.  Plot-plot cerita juga cukup bervariasi, ada yang bertema dongeng, tragedy, happy ending, intrik perjodohan dalam keluarga bangsawan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik-komik ini dapat dibaca secara terpisah karena isinya berupa kumpulan-kumpulan cerita (tipikal komik favorit saya yang tidak memerlukan waktu lama untuk menunggu-nunggu seri berikutnya ^^).  Hanya satu hal yang sedikit mengangganggu kenikmatan saya dalam membaca komik-komik seri ini, yaitu masalah nama dan hubungan para tokohnya.  Pada beberapa cerita terdapat tokoh-tokoh yang saling berhubungan.  Itu membuat saya terpaksa harus balik ke cerita-cerita sebelumnya sekedar mendalami hubungan tersebut.  Sebetulnya itu bukan maslah krusial karena kita masih bisa menikmati plot cerita tanpa harus mengingat apa hubungan tokoh di cerita A dengan tokoh di cerita B.  Sayangnya rasa penasaran dan ingin tahu yang besar membuat saya tidak bisa tidak untuk kembali ke halaman berikutnya.  Nama-nama tradisional Jepang juga bukan sesuatu yang mudah diingat (terutama oleh saya ^^).  Butuh usaha tersendiri untuk tetap mengingat nama-nama para karakter dalam kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari itu semua, bagi yang suka komik sejarah dan kisah roman (dengan cerita yang agak njlimet) berartwork lumayan manis (terutama penggemar baju tradisional Jepang), komik seri sejarah buatan Eri Kawamura ini cukup seru untuk diikuti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian paling saya suka : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita-cerita yang berlatar belakang dongeng Jepang macam, legenda jembatan sungai Sanzu, kisah para peri hutan dan dewa-dewa yang menyamar jadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ngomong-ngomong soal komik, hasil browsing barusan saya menemukan blog khusus review dan obrolan tenang komik (terutama yang beredar di Indonesia).  Sayangnya ditulis dalam bahasa Inggris.  Tapi lumayan juga untuk diikuti ..^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.huamulan03.blogspot.com"&gt;http://www.huamulan03.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat browsing ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-1006799812869335798?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/1006799812869335798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/roman-historical-series-by-eri-kawamura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1006799812869335798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1006799812869335798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/roman-historical-series-by-eri-kawamura.html' title='Roman Historical series by Eri Kawamura'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_c9GKdztI/AAAAAAAAAFU/MSAYwUUc4EU/s72-c/i33403.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-4887607188524142103</id><published>2009-12-05T19:03:00.001-08:00</published><updated>2009-12-05T19:03:47.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review film'/><title type='text'>Legenda Biola Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZVO1u1SiI/AAAAAAAAAD0/lIsbx1MqVNo/s1600-h/red-violin-poster-0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZVO1u1SiI/AAAAAAAAAD0/lIsbx1MqVNo/s200/red-violin-poster-0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334044522096970274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya tertarik buat berburu film ini karena terbius oleh legenda "The Red Violin" yang pernah saya dengar dari teman saya.  Konon dulu, violis legendaris Nicolo Paganini (saya menyebutnya The Frankenstain violist ^_^) mempunyai sebuah biola merah yang luar biasa.  Warna merah biola itu dibuat dari darah manusia, sedangkan senarnya dibuat dari usus manusia (kedengaran horor dan sangat tidak masuk akal, ya?). Konon beratus tahun kemudian, setelah berpindah ke banyak tangan, biola itu suka berbunyi sendiri tanpa dimainkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata film The Red Violin sendiri tidak sehoror yang saya bayangkan.  Diceritakan The Red Violin adalah sebuah biola merah yang menjadi salah satu item lelang di sebuah acara lelang instrumen klasik di Montreal.  Biola itu berusia lebih dari 3 abad.  Sepanjang film kemudian terungkaplah sejarah panjang sang biola, melingkupi daratan Eropa dan Asia serta sebuah rahasia besar yang tersimpan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan adegan antara Nicolo (sang pembuat Biola merah) dengan istrinya yang tengah hamil tua.  Digambarkan istri Nicolo suka sekali bersenandung selama mengandung anaknya.  Adegan berikutnya menggambarkan ketika pelayan Nicolo mencoba meramal masa depan istri Nicolo.  Sampai di sini adegan kemudian berubah menjadi alur flash back antara masa depan dan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan setting jaman terasa bagaikan sebuah dekon setting bagi saya.  Ketika film menggambarkan kehidupan violis kecil Kaspar Weis dari daratan Eropa abad 18, lalu kembali pada potongan ramalan pelayan Nicolo, berlanjut ke kehidupan Fredrick Pope, violist Oxford abad 19, kembali lagi pada abad 16, kehidupan Xiang Pie di Shanghai pada abad 20 dan berakhir pada jaman sekarang, semuanya terikat dalam satu ramalan pelayan Nicolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini sendiri berhasil meraih beberapa penghargaan (yang cukup untuk menggambarkan kualitas film tersebut).  Bagi saya, film ini memang masih kurang menyentuh jika dibandingkan dengan The Pianist (Zpilman's true story).  Tapi kisah perjalanan ini menjadi cukup menarik untuk diikuti karena ini adalah perjalanan sebuah violin.  Lalu hubungan antara ramalan dan sejarah violin itu sendiri juga menjadi hal lain yang membuat saya tidak ingin berhenti menonton film ini dari awal sampai akhir (kisah yang unik karena penulis skenario meletakkan jawaban teka-teki itu di bagian akhir film).  Nilai plus lainnya yang bisa diambil dari film ini tentu saja alunan suara string dan orkestra yang banyak terdapat di dalamnya (hiks.. hiks.. jadi pengen beli kaset soundtracknya deh.. T_T).  Untuk itu saya kasih empat bintang buat film ini deh... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-4887607188524142103?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/4887607188524142103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/legenda-biola-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/4887607188524142103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/4887607188524142103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/legenda-biola-merah.html' title='Legenda Biola Merah'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZVO1u1SiI/AAAAAAAAAD0/lIsbx1MqVNo/s72-c/red-violin-poster-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-3874457848833973428</id><published>2009-12-05T19:02:00.001-08:00</published><updated>2009-12-05T19:02:49.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review anime'/><title type='text'>Romantisme Anime boyslove</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZiSmrxYPI/AAAAAAAAAEk/Jg5pwXONPGw/s1600-h/junjo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZiSmrxYPI/AAAAAAAAAEk/Jg5pwXONPGw/s200/junjo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334058880428237042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film, kartun atau manga bertema Boyslove (hubungan cinta antara laki-laki) biasanya diidentikan dengan suatu hal yang menjijikan atau tabu di Indonesia.  Walaupun begitu, tidak semua tema-tema boyslove tidak layak diikuti.  Biasanya kekuatan plot cerita dan karakterisasi dijadikan alternative penulisnya atau pengarangnya untuk membuat sebuah kisah boyslove menjadi suatu kisah yang layak diikuti.  Saya ambil contoh film Hollywood Brokeback Mountain, atau kisah pasangan Ruben-Dimas dalam novel Supernova milik Dee Lestari dan yang saya coba review di sini adalah kartun boyslove Jepang berjudul Junjo Romantica.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junjo Romantica berkisah tentang kehidupan tiga pasangan gay yang secara tidak langsung saling berkaitan. Usami Akihiko (seorang penulis novel terkenal) dengan Takahashi Misaki  (mahasiswa fresh graduate Mitsuhashi university, adik dari sahabat Akihiko) yang tinggal bersama.  Kemudian Kamijou Hiroki (seorang asisten profesor jurusan sastra universitas Mitsuhashi, sahabat kecil Akihiko) dengan Kusama Nowaki (mahasiswa hubungan kemasyarakatan yang lalu beralih ke jurusan pediatric-dokter anak).  Dan terakhir Profesor Miyagi (atasan Kamijou Hiroki) dengan Shinobu-chin (siswa senior SMA, mantan adik ipar Miyagi).  Kartun seri ini bercerita tentang kehidupan mereka hingga pada akhirnya mereka saling menyadari kedalaman tingkat hubungan mereka dengan pasangan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti cerita boyslove yang mengumbar adegan cinta berlebihan, Junjo Romantica lebih menekankan pada plot cerita dan penggambaran karakter yang menarik.  Gambar yang menarik dan bentuk chibi yang menggemaskan tipikal komik Jepang membuat kartun ini enak untuk dinikmati.  Plot cerita yang lebih menekankan pada adegan sehari-hari dan renungan-renungan pribadi khas drama Jepang membuat acara mengikuti film ini menjadi makin menarik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membuat saya menyukai film ini adalah tidak adanya kesan penilaian terhadap isu homoseksualitas itu sendiri.  Plot dan masalah cerita berjalan dengan begitu mengalir.  Saya bahkan bisa merefleksikan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan nyata, bahkan dalam sebuah hubungan yang normal.  Boyslove seolah hanya menjadi sebuah setting yang bersifat kebetulan membuat kartun ini tetap terasa manis dan indah untuk diikuti, terutama bagi mereka penggemar film-film drama cinta.  Adegan sex tidak digambarkan secara jelas dan hanya mengambil sangat sedikit porsi cerita membuatnya lebih terasa sebagai bumbu yang pas untuk melezatkan nuansa romantis dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk genre, saya lebih suka menempatkan kartun ini pada genre komedi cinta romantis.  Ada teman saya yang menilai Junjo Romantica terasa terlalu feminim untuk kartun tema boyslove.  Namun bagi saya pribadi, rasa boyslove yang tidak terlalu berat itulah yang justru membuat kartun ini masih bisa saya rekomendasikan bagi pecinta kartun yang tidak terbiasa dengan tema boyslove.  Saya sendiri menempatkan kartun ini sebagai kartun drama cinta terfavorit, terlepas dari tema boyslove yang diusung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kartun ini termasuk kartun yang tidak mudah didapat mengingat tema minor yang dimiliki.  Tapi bagi yang berminat untuk melihat, bisa mencari di youtube atau download langsung dari website khusus anime dan manga boyslove.  Oh, ya...hal lain yang saya suka dari kartun ini adalah soundtracknya yang dijamin indaahhh..banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, bagi penggemar kartun Jepang romantis yang tidak keberatan dengan tema boyslove, Junjo Romantica benar-benar wajib diburu.....hehehehe  ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-3874457848833973428?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/3874457848833973428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/romantisme-anime-boyslove.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3874457848833973428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3874457848833973428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/romantisme-anime-boyslove.html' title='Romantisme Anime boyslove'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZiSmrxYPI/AAAAAAAAAEk/Jg5pwXONPGw/s72-c/junjo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5608248673781299073</id><published>2009-12-05T18:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-05T18:33:56.648-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Malaikat Yang Ingin Menjadi Manusiawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3YAq8vN6I/AAAAAAAAAHk/53gQJKLeX6c/s1600-h/Kau_Memanggilku_Malaikat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3YAq8vN6I/AAAAAAAAAHk/53gQJKLeX6c/s200/Kau_Memanggilku_Malaikat.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385698235445622690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Judul:  Kau Memanggilku Malaikat&lt;br /&gt;Pengarang:  Arswendo Atmowiloto&lt;br /&gt;Penerbit:  Gramedia&lt;br /&gt;Halaman: 217 halaman&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;“…………………. Itulah sayap mereka yang masih akan terus membuat terbang, melayang, membayangkan apa saja kadang dengan duka, kadang dengan air mata.  Air mata, itulah sebenarnya sayap yang paling penuh makna.  Aku berharap memilikinya.”&lt;/em&gt; (Kau memanggilku Malaikat, Arswendo Atmowiloto)&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Kau Memanggilku Malaikat  berkisah tentang seorang malaikat maut yang menjalankan tugasnya menjemput manusia-manusia yang mencapai ajalnya dan menemani mereka sebelum mereka berpindah ke suatu dimensi yang tidak diketahu, bahkan oleh sang malaikat itu sendiri .  Dalam masa-masa pendampingan itulah sang malaikat terlibat dalam sejumlah pembicaraan-pembicaraan ringan yang berujung pada sebuah kontemplasi yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.  Sang malaikat mulai berpikir bahwa manusia adalah makhluk yang sangat beruntung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ada yang berkata bahwa Tuhan menciptakan tiga makhluk dengan karakteristik yang berbeda dari sumber yang berbeda.  Ada malaikat yang tercipta dari cahaya yang diatkdirkan untuk selalu patuh tanpa nafsu.  Ada iblis yang tercipta dari api dan ditakdirkan memiliki karakter penentang, penuh nafsu dan hasrat.  Terakhir, ada manusia yang terbuat dari tanah dengan karakter relatif dan unik, sebuah kombinasi antara hati nurani, nafsu, akal dan perasaan.  Kombinasi yang mempertimbangkan hitam dan putih, baik dan buruk, benar dan salah, sebuah karakter abu-abu yang tidak dapat ditebak.  Mungkin itu pula sebabnya manusia diangkat sebagai makhluk paling mulia.   Bahkan Sang Pencipta pun sangat menikmati hasil eksperimen yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Kesan itulah yang saya tangkap setelah membaca novel ini.  Saya tidak berani menjamin apakah memang itu yang sedang dicoba untuk disampaikan oleh penulisnya atau bukan.  Membaca lembar demi lembar kisah, saya seolah disuguhi berbagai ragam kehidupan manusia, pahit, manis, asam, getir, tutty-frutty  istilahnya.  Ada kejahatan, ada kebaikan, ada kegetiran, ada kehangatan, ada penyerahan, ada semangat.  Semuanya membuat hidup manusia menjadi berwarna dan berarti. &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dengan indah, melalui tokoh Di yang misterius dan Tesarini yang selalu ingin tahu dan mencari tahu saya merasa diingatkan kembali dengan pentingnya bermimpi dan berusaha untuk menjadi hidup.  Seperti saat tokoh Tesarini mencoba menjelaskan kepada sang malaikat melalui teorinya menganai daya hidup, bahwa berbagai pertemuan yang dialami oleh malaikat dengan berbagai macam kematian manusia seharusnya mampu membuat dia merasakah sesuatu dan berempati.  Melalui sikap spontannya pula  si kecil Di mencoba menjelaskan pada malaikat bahwa usaha dibutuhkan untuk membuat sesuatu menjadi bermakna, bahwa takdir  bukanlah sesuatu yang kaku, bahwa kita masih mempunyai ruang untuk mencoba, berjuang,  dan bahwa merasakan pedih, puas dan gembira adalah sesuatu yang indah.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Bahwa menjadi manusiawi adalah suatu berkah yang maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5608248673781299073?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5608248673781299073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/malaikat-yang-ingin-menjadi-manusiawi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5608248673781299073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5608248673781299073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/malaikat-yang-ingin-menjadi-manusiawi.html' title='Malaikat Yang Ingin Menjadi Manusiawi'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3YAq8vN6I/AAAAAAAAAHk/53gQJKLeX6c/s72-c/Kau_Memanggilku_Malaikat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-2063519185399135327</id><published>2009-12-05T18:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:33:04.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Renungan Dalam Sebuah Tulisan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3XNOuJb0I/AAAAAAAAAHc/VSlM5OePwOc/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3XNOuJb0I/AAAAAAAAAHc/VSlM5OePwOc/s200/images.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385697351694905154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Judul:  A Cat in My Eyes&lt;br /&gt;Pengarang: Fahd Djibran&lt;br /&gt;Tebal: 160 halaman&lt;br /&gt;Penerbit:  gagasmedia&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Renungan terkadang mampu menghasilkan sebuah pemahaman atau konsep yang tidak kecil dan tidak biasa.  Mungkin itulah yang ingin coba dibagi oleh Fahd Djibran kepada pembacanya dalam a Cat in My Eyes.  Seperti penulisnya, saya pribadi lebih suka menyebut buku ini sebagai sebuah kumpulan tulisan daripada kumpulan cerpen.  Kenapa?  Karena tidak semua karya dalam buku ini berupa cerita pendek.  Ada puisi, renungan pendek, bahkan penulisnya menuangkan sekedar curahan hatinya di sana.  Membacanya seperti membaca kompilasi tulisan dalam sebuah blog.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;A Cat In My Eyes terdiri dari 28 tulisan yang hampir semuanya padat berisi dan layak menjadi sebuah bahan renungan.  Mungkin renungan memang menjadi benang merah dari semua tulisan-tulisan Fahd.  Tidak peduli panjang atau pendek, saya seolah diajak untuk ikut meresapi renungan dan pemahaman seorang Fahd mengenai Tuhan, kerinduan, kehampaan, kekecewaan dan kenangan lainnya.  Saya seperti mendapat sebuah refleksi dari setiap rangkaian katanya.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Benar kata Dee Lestari dalam endorsementnya.  Ada kedalaman yang selalu dia (Fahd) sertakan di sana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-2063519185399135327?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/2063519185399135327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/renungan-dalam-sebuah-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/2063519185399135327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/2063519185399135327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/renungan-dalam-sebuah-tulisan.html' title='Renungan Dalam Sebuah Tulisan'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3XNOuJb0I/AAAAAAAAAHc/VSlM5OePwOc/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5494243336758165058</id><published>2009-12-05T18:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:31:35.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Para Perempuan Yang Mencintai Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3ZQeDyz_I/AAAAAAAAAHs/QGpiTkA7WHA/s1600-h/camilan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3ZQeDyz_I/AAAAAAAAAHs/QGpiTkA7WHA/s200/camilan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385699606375092210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Judul:  Club Camilan&lt;br /&gt;Penulis:  Donna Talitha, Bella Widjaya, Brigitta NS&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia&lt;br /&gt;Halaman: 327 halaman&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Tema lesbian bisa dibilang kalah populer dengan tema gay yang sering diangkat dalam novel populer belakangan ini.  Namun seperti novel-novel tema homoseksual berbobot lainnya, novel ini  mampu menyuguhkan sebuah kisah dari dunia lesbian yang penuh dengan hikmah dan nilai-nilai humanis serta nilai-nilai cinta yang bersifat universal.  Membaca novel ini membuat saya kenyang dan puas, seolah menikmati secangkir kopi hangat dengan donat, bolu dan brownies sebagai camilannya.  Manis dan..mmm… yummy.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Club camilan adalah novel yang disusun dari postingan blog yang berisi potongan-potongan kisah hidup tiga perempuan lesbian,  Donna, perempuan yang tidak pernah bisa memilih salah satud ari perempuan-perempuan yang dicintainya yang masih tetap mencoba menjadi anak yang berbakti pada keluarga dan agamanya, Bee yang selalu mencoba terlihat normal namun pada akhirnya harus menyerah pada kata hatinya, dan Nies yang selalu merasa ragu dan gamang karena bayang-bayang masa lalud an rasa bersalahnya.  Mereka bertiga berbagi cerita tentang hidup, keluarga, cinta , pencarian jati diri dan perempuan-perempuan yang penting dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;“….Kalau saya pulang, saya akan menguraikan masalah saya satu persatu.  Sekarang jika saya akan pergi meninggalkan Jakarta, maka saya akan meninggalkan masa lalu di belakang…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Bagi Donna all out mengenai orientasi seksualnya  di hadapan keluarganya benar-benar menjadi hal yang sangat rumit, serumit saat dia harus memilih kekasih yang paling dicintainya.  Ibunya adalah segalanya dan Donna tidak ingin mengecewakannya, bahkan hingga detik-detik terakhirnya.  Sikap Donna membuat saya berpikir misalkan lesbian adalah sebuah dosa besar, apakah ornag-orang seperti Donna yang begitu menyayangi ibunya dan tetap setia menjalankan ibadahnya akan tetap dilaknat oleh tuhan?  Apakah segala kebaikan itu akan hangus hanya karena dia mencintai perempuan?&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;“……..Langit sudah benar-benar gelap ketika aku turun.  Kubuka pintu kaca keluar di lobi, menunggu lelaki yang seharusnya menjadi pacarku di sana.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Mengakui sesuatu yang pada awalnya kita anggap nista dan bertentangan dengan norma masyarakat bukan perkara yang mudah.  Bee terombang-ambing pada situasi tersebut saat dia memutuskan orientasi seksualnya.  Dia menyukai Rico, laki-laki pilihan ibunya sekaligus menyukai Eve, teman yang dikenalnya di suatu pesta.  Pada akhirnya dia memutuskan memilih untuk tetap berada dalam daerah abu-abu, berlindung di balik sebuah ikatan kamuflase demi sebuah solusi yang aman.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;“……….Hati selalu membutuhkan rumah untuk kembali.  Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lama.  Selama ada harapan dan usaha untuk mewujudkannya, hanya perlu membuka pintunya dan membiarkannya terisi harapan dan kebahagiaan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Melupakan cinta masa lalu bukan sebuah hal mudah.  Memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru menjadi hal yang lebih sulit dilakukan, bahkan bagi seorang lesbian seperti Nies.  Kata siapa lesbian mudah berganti pasangan?  Kata siapa lesbian tidak bisa setia?  Nies merasa hancur ketika cintanya memutuskan hubungan secara sepihak hanya karena perempuan itu tidak ingin mengecewakan keluarganya.  Apa cinta memang harus mengalah pada norma masyarakat?  Begitu nistanyakah orang-orang seperti dirinya?  Alasan itulah yang membuat Nies menolak Aiko, gadis yang memutuskan untuk menjadi lesbian dan mencintai nies.  Aiko tidak boleh jatuh dalam lubang yang sama dengannya.  Di luar perkiraan keputusan itu justru menyakiti  Aiko.  Dalam kegamangan Nies kemudian menemukan jawaban dari seseorang yang tidak dia sangka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5494243336758165058?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5494243336758165058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/para-perempuan-yang-mencintai-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5494243336758165058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5494243336758165058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/para-perempuan-yang-mencintai-perempuan.html' title='Para Perempuan Yang Mencintai Perempuan'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3ZQeDyz_I/AAAAAAAAAHs/QGpiTkA7WHA/s72-c/camilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-3099736075651054459</id><published>2009-12-05T18:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:30:35.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel terjemahan'/><title type='text'>Autisme di Mata Seorang Remaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sr3U2gmhZZI/AAAAAAAAAHU/TlPwRb4uw60/s1600-h/kochka.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Judul : The Boy Who Ate Stars&lt;br /&gt;Pengarang :  Kochka&lt;br /&gt;Penerjemah : Sarah Adams&lt;br /&gt;Halaman  :  104 halaman&lt;br /&gt;Penerbit :  GPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;“&lt;em&gt;……………………………………..&lt;br /&gt;Autistik:  orang yang menderita autisme.&lt;br /&gt;Autisme (&lt;strong&gt;dari bahasa Yunani autos, diri sendiri&lt;/strong&gt;):  penarikan diri patologis ke dalam dunia batin yang mengakibatkan hilangnya kontak dengan orang lain &lt;br /&gt;…………………………………..&lt;/em&gt;” (The Boy Who Ate Stars, Kochka)&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Autisme adalah kondisi dimana seseorang sejak lahir atau saat balita tidak dapAT membentuk hubungan sosial  atau komunikasi yang normal, sehingga anak tersebut terisolasi dari manusi lain dan masuk dalam kehidupan repetitif (pengulangan), aktifitas dan minat yang obsesif (Baron Cohen, 1993 dalam wikipedia).  &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Power (1989) ada 6 macam gangguan autisme pada anak, yaitu: interaksi sosial, komunikasi-bahasa, perilaku emosi, pola bermain, gangguan sensoris, perkembangan tidak normal atau terhambat.  Gejala autisme secara umum meliputi:  hambatan dalam berkomunikasi. Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain dan objek di sekitarnya, kesulitan dalam merangkai peristiwa-peristiwa yang terjadi, bermain dengan mainan atau benda lain secara tidak wajar, sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang dikenali, gerakan tubuh yang berulang atau pola-pola perilaku tertentu.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Di Indonesia sendiri penanganan terhadap anak-anak autisme masih dianggap sebagai masalah yang krusial.  Hal-hal paling mendasar yang membutuhkan perhatian khusus seputar penanganan penderita autis meliputi minimnya tenaga ahli yang kompeten di bidang ini dan minimnya pengetahuan masyarakat dan para orang tua mengenai  autisme dan penanganannya.  Kurangnya panduan baku mengenai penanganan penderita autis dan belum tersedianya pendidikan terpadu bagi penderita autis juga menjadi masalah lain yang patut diperhatikan dalam menangani masalah aitisme.  Umumnya penanggulangan terhadap penderita autisme dilakukan melalui sejumlah terapi terpadu meliputi  terapi bahasa, terapi berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan dan sebagianya.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Buku The Boys Who eats Stars adalah sebuah cerita yang berkisah tentang sikap seorang anak remaja bernama Lucy yang mengetahui anak tetangganya,Mathew yang baru berumur 4 tahun memiliki suatu keunikan dalam berperilaku dan berkomunikasi.  Dari ibu Mathew dia mengetahui bahwa keunikan tersebut disebut sebagai autis.  Lucy mencoba mencari tahu arti kata tersebut dan mendapatkan bahwa kata itu merujuk pada nama sebuah penyakit.  Namun Lucy percaya bahwa Mathew sama sekali tidak sakit.  Dia hanya merasa Mathew agak istimewa.   Maka Lucy mengajak theo, sahabatnya untuk lebih memahami dan mengenal seorang Mathew.   Lucy menemukan pengalaman baru bahwa menjelajahi dunia seorang autisme ternyata tidak kalah seru. &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Melalui buku ini Kocha seolah mencoba menggambarkan bagaimana reaksi orang-orang terhadap seorang anak autis.  Ada yang bisa memahami, seperti ibu mathew, ada yang langsung mengambil jarak, seperti orang tua Lucy atau justru ingin mencari tahu seperti Lucy dan sahabatnya.  Amanat lain yang mencoba untuk disampaikan dalam cerita ini adalah bahwa autis bisa dihadapi dan disembuhkan perlahan-lahan dengan penuh kesabaran dan ketekunan.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Penderita autis tidak sakit.  Mereka hanya agak istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-3099736075651054459?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/3099736075651054459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/autisme-di-mata-seorang-remaja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3099736075651054459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/3099736075651054459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/autisme-di-mata-seorang-remaja.html' title='Autisme di Mata Seorang Remaja'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-6968648419272461374</id><published>2009-12-05T18:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:29:46.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review dorama'/><title type='text'>Bila Putri Yakuza Menajdi Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SmRqx3IasZI/AAAAAAAAAHE/IYBdYiil-M0/s1600-h/gokusen-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SmRqx3IasZI/AAAAAAAAAHE/IYBdYiil-M0/s200/gokusen-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360526861323121042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Dorama  :  GOKUSEN&lt;br /&gt;Genre  :  action, drama-comedy, school crime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru bukan pekerjaan yang mudah.  Butuh dedikasi dan pengorbanan yang tinggi agar bisa mendidik para siswanya dengan sempurna.  Apalagi kalau murid-muridnya adalah para generasi muda yang penuh semangat dan di puncak rasa ingin tahu dan kreatifitasnya.  Guru yang sesungguhnya bagi mereka tidak hanya sekedar orang-orang yang berdiri di depan mereka, menjelaskan dan menuliskan materi di papan tulis, memberi PR dan memeriksa tugas mereka, mengawasi ujian dan memberi nilai rapot.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja dan anak-anak tidak sekedar membutuhkan orang yang bisa menjelaskan mereka materi pelajaran yang sulit.  Terkadang mereka juga membutuhkan tempat untuk bisa berbagi dan belajar mengenai hidup, nilai persahabatan dan tanggungjawab.  Membimbing mereka untuk menemukan jati diri, bersikap sportif dan berjuang.  Menuntun mereka untuk bangkit kembali dari keterpurukan.  Menyemangati mereka untuk sebuah masa depan.  Itulah yang sepertinya ingin digambarkan dalam dorama Jepang, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gokusen&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gokusen bercerita tentang Yamaguchi Kumiko yang telah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur tujuh tahun.  Semenjak itu dia dibesarkan oleh kakeknya, seorang Yakuza dari keluarga Oedeo generasi ketiga.  Sebetuknya kakeknya berharap Kumiko bisa meneruskan kekuasaan keluarganya dan menjadi pemimpin generasi keempat.  Sayangnya, Kumiko sudah memiliki cita-cita sendiri, ingin menjadi seorang guru SMU seperti almarhum ayahnya.  Kumiko akhirnya diterima menjadi guru di sebuah sekolah laki-laki bernama Shirokin Gakuen.  Dia langsung diberi tugas sebagai wali kelas 3D yang, di luar dugaan, merupakan kelas buangan berisi murid-murid paling badung dan tidak berminat lagi dengan sekolah dan menghormati guru.  Perlahan tapi pasti Kumiko mencoba mengembalikan semangat sekolah mereka dan menunjukkan bahwa merekapun bisa mempercayai guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang bisa dinikmati dari dorama ini  adalah selain bisa melihat akting sejumlah actor muda Jepang macam Jun Matsumoto (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hana Yori Dango&lt;/span&gt;), Shun Oguri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanazakari Kimi Tachi e&lt;/span&gt;), Jin Nakashi dan Kame (personel boyband &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KAT-TUN&lt;/span&gt;) dan masih banyak lagi, Gokusen juga menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan remaja pria.  Tawuran antar sekolah, genk, solidaritas dan sportifitas, percaya diri dan semangat untuk berjuang  banyak dieksplorasi dalam plot ceritanya.  Hal yang paling saya suka adalah saat Yankumi (nama panggilan Kumiko yang diberikan oleh murid-muridnya)  berceramah mengenai nilai-nilai kehidupan setelah membantu murid-muridnya keluar dari masalah-masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gokusen mengusung tema drama-komedi sekolah.  Sejauh ini Gokusen sudah dibuat hingga tiga season dimana setiap season bercerita tentang Yamaguchi kumiko di sekolah yang berbeda.  Kesamaan dari setiap season adalah Kumiko selalu kebagian menangani kelas 3D yang terdiri dari gerombolan anak-anak bandel.  Sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari dorama ini adalah bahwa ternyata di sekolah kita tidak hanya belajar mengenai hal-hal akademis, namun juga mengenai hidup, persahabatan, tanggungjawab dan perjuangan.  Selain itu Gokusen juga menggambarkan pada kita bahwa tidak semua yang dianggap buruk itu buruk dan tidak bisa diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berharap ada kisah romantis di dorama ini.  Justru perkelahian remaja menjadi menu wajib pada tiap episodenya.  Tapi dari segi pesan yang di bawakan, saya tidak ragu untuk merekomendasikan, terutama bagi mereka, para guru yang butuh tips untuk menghadapi murid SMA yang super-duper bandel.. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-6968648419272461374?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/6968648419272461374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/bila-putri-yakuza-menajdi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6968648419272461374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6968648419272461374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/bila-putri-yakuza-menajdi-guru.html' title='Bila Putri Yakuza Menajdi Guru'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SmRqx3IasZI/AAAAAAAAAHE/IYBdYiil-M0/s72-c/gokusen-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5172603815102153926</id><published>2009-12-05T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:28:37.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel teenlit'/><title type='text'>Sebuah Dunia Remaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SlmIS_bVtyI/AAAAAAAAAGk/eAkhZzFgNzg/s1600-h/lovasket.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SlmIS_bVtyI/AAAAAAAAAGk/eAkhZzFgNzg/s200/lovasket.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357463091579041570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Judul Buku: Lovasket&lt;br /&gt;Penulis: Luna Torashyngu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika saya bertanya pada seorang murid saya tentang novel teenlit yang layak baca, dia merekomendasikan sejumlah buku yang menurutnya menarik.  Salah satunya Lovasket.  Seperti novel teenlit kebanyakan, Lovasket juga bercerita tentang dunia remaja yang penuh dengan permasalahan sekolah, persahabatan, cinta dan keluarga.  Gaya penyampaian Luna yang tetap berpaku pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan tidak meninggalkan kekhasan dunia remaja yang gaul dan santai membuat novel ini (menurut saya) tetap enak dibaca oleh berbagai kalangan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Lovasket menawarkan sebuahh kisah kehidupan seorang remaja bernama Vira, seorang anak kaya yang tadinya bersekolah di sekolah elit, Altavia.  Ketika ayahnya dituduh korupsi, Vira dan keluarganya terpaksa harus rela kehilangan seluruh harta kekayaan yang disita negara.  Vira dan keluarganya terpaksa pindah ke lingkungan yang biasa-biasa saja dan masuk ke sekolah negri pinggiran.  Vira mendapatkan sikap teman-teman elit yang selama ini dikenalnya mendadak berubah.  Sementara di sekolah yang baru, Vira disibukkan oleh Niken, ketua OSIS yang terus saja membujuk Vira agar bersedia menghidupkan kembali klub basket sekolah itu.  Perjuangan Vira bukannya tanpa liku.  Tantangan terakhirnya adalah membawa tim sekolah barunya berhadapan dengan raksasa basket, tim basket Altavia, sekolah lamanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Plot semacam ini bisa dibilang bukan plot asing lagi dalam kisah-kisah teenlit.  Saya merasa diingatkan dengan plot film Hollywood "Bring it On 2" yang secara garis besar mirip dengan kisah ini.  Bedanya, Lovasket bermain-main dengan basket sementara "Bring it On 2" bermain-main dengan dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cheerleader&lt;/span&gt;.  Saya nyaris meremehkan cerita ini dan berkomentar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ih, niru film barat nih…&lt;/span&gt;”  Untuk membuktikan hipotesa itu saya mencoba bertahan dengan terus membaca novel sampai selesai.  Dan ternyata saya keliru.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luna betul-betul pandai dalam membangun plot cerita.  Awalnya plot yang ditawarkan memang mirip dengan tema kebanyakan.  Namun  Pengembangan plot yang kaya dan cantik membuat kesan itu makin pudar setiap kita membuka halaman demi halaman novel ini.  Cara Luna mendeskripsikan basket dan menjalin masalah demi masalah khas remaja sungguh oke.  Kisah tambahan Niken dan ancaman pembubaran ekskul basket oleh kepala sekolah baru Vira saya anggap sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;twist&lt;/span&gt; yang kreatif dari sebuah plot klise.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama ini saya selalu meremehkan novel-novel tema teenlit.  Tapi untuk Luna dan Lovasketnya, sepertinya saya harus melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;standing ovation&lt;/span&gt; seperti yang dilakukan oleh Stephanie, mantan kapten basket Altavia terhadap Vira dan tim basket barunya.  Dengan gaya ringan khas teenlit, Lovasket mampu menyampaikan pesan-pesan bagi para remaja tentang persahabatan, kompetisi dan prestasi. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buat yang suka cerita teenlit yang berbobot dan mengalir tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lovey-dovey stuff&lt;/span&gt; yang kental, Lovasket benar-benar saya rekomendasikan.  Eh, saya dengar katanya ini sudah dibuat versi FTVnya.  Ada yang udah nonton?  Sama asyiknya dengan novelnya kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5172603815102153926?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5172603815102153926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/sebuah-dunia-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5172603815102153926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5172603815102153926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/sebuah-dunia-remaja.html' title='Sebuah Dunia Remaja'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SlmIS_bVtyI/AAAAAAAAAGk/eAkhZzFgNzg/s72-c/lovasket.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-716532704193640690</id><published>2009-12-05T18:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:27:33.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel terjemahan'/><title type='text'>Dapur dan Kehidupan Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sll1qc6l2WI/AAAAAAAAAGU/JwhLAl51FLw/s1600-h/kitchen+pic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 122px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sll1qc6l2WI/AAAAAAAAAGU/JwhLAl51FLw/s200/kitchen+pic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357442603910814050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Judul Buku: Kitchen&lt;br /&gt;Penulis: Banana Yoshimoto&lt;br /&gt;Penerjemah:  Dewi Anggraeni&lt;br /&gt;Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia&lt;br /&gt;Tebal buku: 204 halaman&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Tempat yang paling kusukai di dunia ini adalah dapur.  Dimanapun, seperti apapun, sepanjang tempat itu gunanya untuk memasak makanan, bagiku tidak masalah.  Sebisa mungkin tempat itu fungsional dan sering dipakai.  Ada berhelai-helai lap bersih dan ubin putih berkilau.  Aku suka sekali dapur yang kotor….”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paragraf tersebut adalah pembukaan novel Kitchen karya Banana Yoshimoto, novelist perempuan asal Jepang yang telah memperoleh sejumlah penghargaan atas karya-karyanya.  Novel ini terdiri dari dua buah cerita lepas yaitu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kitchen&lt;/span&gt; yang terdiri dari dua bagian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kitchen &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Moonlight&lt;/span&gt;) serta cerpen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Moonlight Shadow&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kitchen&lt;/span&gt; bercerita tentang Mikage Sakurai yang harus hidup sendirian setelah ditinggal mati oleh keluarganya satu persatu.  Seorang pemuda bernama Yuichi Watanabe lalu menawarinya tinggal bersama di apartemennya.  Yuichi adalah pegawai toko bunga langganan almarhum nenek Mikage.  Yuichi tinggal di apartemen bersama Reiko, ibu sekaligus ayahnya, seorang perempuan transeksual yang mempesona.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mikage selalu menyukai dapur karena di situlah Mikage menemukan kenyamanan dan tidak pernah merasa kesepian.  Mikage lalu belajar memasak sehingga dia makin sering berada di dapur.  Ketika Eriko Watanabe meninggal Mikage menjadikan dapur sebagai pengalihan atas kesedihan dan kehilangannya.  Dia juga mendapatkan dirinya dan dapurlah yang kemudian membantu Yuichi melupakan kesedihannya.  Berdua mereka sama-sama bangkit dari kehampaan duka cita yang mendalam dan saling menyadari kalau mereka telah saling jatuh cinta dan mengisi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Moonlight Shadow&lt;/span&gt; bercerita tentang Satsuki, perempuan yang tenggelam dalam duka cita mendalam setelah kematian kekasihnya, Hitoshi.  Teman berbagi dukanya adalah Shu, adik laki-laki Hitoshi yang harus kehilangan kakak laki-lakinya dan Yumiko, kekasihnya dalam waktu bersamaan.  Untuk menunjukkan rasa duka cita dan ke&lt;br /&gt;hilangannya, Shu gemar mengenakan seragam kelasi milik Yumiko dan berdandan seperti perempuan.  Suatu hari Satsuki bertemu dengan Urara, perempuan misterius yang kemudian membantunya keluar dari kesedihan atas kematian Hitoshi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerpen-cerpen dalam Kitchen disampaikan dengan menggunakan sudut pandang orang kesatu dan gaya bertutur yang sarat dengan nuansa kehampaan.  Yoshimoto-san seolah ingin mengajak pembacanya untuk terlibat jauh ke dalam konflik batin, kebingungan dan kesunyian yang dirasakan oleh tokoh-tokoh ceritanya.  walaupun sarat dengan nuansa hampa, cerpen-cerpen dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kitchen&lt;/span&gt; selalu berakhir dengan sebauh kesimpulan yang melegakan.  Yoshimoto-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;san &lt;/span&gt;seolah ingin menyampaikan amanat bahwa, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There is always hope there and there must be someone whom you can share with in this world"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada sejumlah hal yang sama dan menonjol dari cerpen-cerpen dalam Kitchen.  Kedua cerpen sama-sama bercerita tentang kematian, kehilangan mendadak dan perjuangan bagaimana keluar dari kesedihan itu.  Kedua cerpen juga memasukkan karakter pria yang melakukan &lt;em&gt;cross dressing&lt;/em&gt; (berpakaian perempuan), seperti Eriko (perempuan transeksual) dan Shu (yang gemar memakai pakaian sekolah almarhum pacarnya).  Kehadiran karakter-karakter semacam itu tentu bukan muncul tanpa alasan.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ending &lt;/span&gt;kedua cerpen juga sama-sama tentang bangkit dari keterpurukan.  Maka, saya jadi bertanya-tanya apakah Yoshimoto-san sedang mencoba membagi sesuatu yang dia rasakan saat menulis buku itu kepada para pembaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-716532704193640690?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/716532704193640690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/dapur-dan-kehidupan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/716532704193640690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/716532704193640690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/dapur-dan-kehidupan-manusia.html' title='Dapur dan Kehidupan Manusia'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sll1qc6l2WI/AAAAAAAAAGU/JwhLAl51FLw/s72-c/kitchen+pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-439998646432582324</id><published>2009-12-05T18:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:26:31.014-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel teenlit'/><title type='text'>Ke Jepang Bersama Natsuka</title><content type='html'>Judul Buku: Natsuka&lt;br /&gt;Penulis: Destika&lt;br /&gt;Penerbit: Grasindo&lt;br /&gt;Tebal buku: 167 halaman&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Saat seorang teman memberitahu dia melihat sebuah novel teenlit bersetting Jepang, saya langsung nitip beli.  Setting Jepang memang menjadi daya tarik nomor satu bagi saya untuk merobek cover buku dan membaca isinya..^^&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Natsuka bercerita tentang kehidupan seorang remaja blasteran Padang-Jepang pasca kematian kedua orang tuanya.  Natsuka terpaksa menerima tawaran paman dari pihak ibunya yang ingin merawatnya setelah mengetahui keluarga ayahnya di Padang sama sekali tidak bisa diharapkan (mengingat ayahnya telah dikucilkan dari marganya, sementara bibinya, satu-satunya orang yang mendukung Natsuka masih belum mampu mebiayai hidupnya).  Memenuhi tawaran pamannya berarti sebuah lembaran hidup baru di negeri asing, Jepang.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Kisah bergulir menggambarkan bagaimana Natsuka susah payah menyesuaikan diri dengan keluarga baru, teman-teman dan lingkungan baru, dan terutama dengan bahasa dan budaya yang benar-benar asing baginya.  Masalah muncul silih berganti, ketika Natsuka harus terlibat ketidak cocokan dengan saudara barunya maupun terlibat konflik dengan teman-teman di sekolahnya.  Tidak ketinggalan kisah cinta pun dimunculkan, termasuk keberadaan tokoh pelindung macam Kei niisan.   Destika benar-benar menggambarkan sebuah fenomena kehidupan remaja pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Sejumlah hal yang membuat saya menyukai novel ini adalah selain plot mengalir dan gaya cerita dengan sudut pandang orang pertama yang enak diikuti, Destika benar-benar tidak mengecewakan saya dalam menyajikan setting Jepang yang dijanjikan.  Destika seolah mengajak saya berkunjung ke negeri sakura, berkenalan dengan kehidupan remaja dan keluarga di sana, melihat fenomena gencet-menggencet di sekolah menengah, keberadaan genk motor atau jalan-jalan ke sejumlah tempat macam Shinjuku maupun festival kembang api.  Natsuka menuturkan semua itu dengan tidak meninggalkan ke-Indonesiaan yang dia miliki serta tanpa melupakan di mana dia sedang berada.  Semuanya terasa pas, seolah melihat sebuah film dorama dengan lakon orang Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;Four thumps up&lt;/em&gt; for Destika, deh.  &lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;em&gt;For those who like teen lit story plus Japan setting, This book is highly recommended..&lt;/em&gt; ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-439998646432582324?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/439998646432582324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/ke-jepang-bersama-natsuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/439998646432582324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/439998646432582324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/ke-jepang-bersama-natsuka.html' title='Ke Jepang Bersama Natsuka'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5638090329515715099</id><published>2009-12-05T18:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:25:20.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Kisah Cinta Romantis (nan tragis?)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllGshvJwpI/AAAAAAAAAGM/najvcI6jHnQ/s1600-h/bellamore-a-beautiful-love-to-remember.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllGshvJwpI/AAAAAAAAAGM/najvcI6jHnQ/s200/bellamore-a-beautiful-love-to-remember.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357390962518246034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Judul Buku: Bellamore&lt;br /&gt;Penulis: Karla M. Nashar&lt;br /&gt;Penerbit: Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Tebal buku: 263 halaman&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Saya memutuskan untuk membaca buku ini ketika seorang teman baik merekomendasikan nama penulisnya pada saya.  Mengusung tema cinta kisah Bellamore dirangkai dengan karakteristik metropop yang umum macam, plot yang ringan dan mengalir, setting dunia kerja di kota besar, karakter utama yang sempurna (cantik, smart, berkarier cemerlang namun masih memegang prinsip budaya timur), cowok tampan dan gambaran kehidupan hedonis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Bellamore berkisah tentang masalah Lana yang selalu bubaran dengan pacar-pacarnya hanya karena dia menolak untuk memberikan keperawanannya sebelum mereka menikah.  Masalah itu semakin runyam dengan munculnya Fabian, an eligible Italiano man, partner kerja Lana yang terus-menerus menggoda Lana dengan isu keperawanannya hingga membuat Lana uring-uringan.  Cerita terus bergulir menggambarkan sebuah nuansa lovehate (benci tapi cinta) yang menggemaskan sekaligus romantis antara Lana dan Fabian.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ending yang tidak biasa menjadi kelebihan dari cerita ini selain gaya bahasa mengalir yang enak diikuti.  Alternatif plot yang dipilih penulisnya membuat kisah cinta ini menjadi sebuah kisah cinta menyentuh yang layak untuk diikuti sampai akhir.  Taburan kalimat romantis juga layak untuk disimpan atau diabadikan minimal di blog pribadi ^^&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Satu hal yang sedikit mengganjal adalah gambaran adegan yang sangat berkesan dilebihkan.  Saking romantisnya saya sampai membayangkan adengan opera sabun atau drama cinta kuno yang super dramatis menguras emosi. Teman saya menyebutnya shappy.  Tapi mungkin hal itu penting juga untuk mempengaruhi pembaca.  Saya sendiri merasa terlalu keberatan.&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Untuk para penggemar novel love story yang mengharu-biru, novel ini layak untuk dimasukan dalam koleksi ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5638090329515715099?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5638090329515715099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/kisah-cinta-romantis-nan-tragis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5638090329515715099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5638090329515715099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/kisah-cinta-romantis-nan-tragis.html' title='Kisah Cinta Romantis (nan tragis?)'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SllGshvJwpI/AAAAAAAAAGM/najvcI6jHnQ/s72-c/bellamore-a-beautiful-love-to-remember.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5569007211381270986</id><published>2009-12-05T18:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:23:48.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Kebrutalan Sebuah Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_lYARDfmI/AAAAAAAAAF0/WB-HWrERolQ/s1600-h/devil+baru.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_lYARDfmI/AAAAAAAAAF0/WB-HWrERolQ/s200/devil+baru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336736284008480354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti novel teenlit kebanyakan, saya dibuat terkesima ketika membaca Devils Wear Uniform karangan Irvan Nasili.  Brutal, miris dan mengenaskan adalah kesan yang saya dapat setelah membaca novel ini. Apalagi bagi saya, yang pada dasarnya memang tidak menyukai kisah-kisah yang brutal.  Novel ini cukup membuat saya gemetar karena mual.  Saya terpaksa memberikan julukan pada penulis Irvan dengan sebutan “penulis berdarah dingin” bukan dalam arti positif, melainkan karena kemampuannya mencabik-cabik rasa kemanusiaan saya dan mengguncang pandangan saya atas realita pendidikan dan pergaulan remaja yang mengerikan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Devils Wear Uniform bercerita tentang sebuah sekolah asrama yang menyimpan banyak rahasia pelanggaran di luar batas kemanusiaan yang terjadi di antara murid-muridnya.  Aksi premanisme, balas dendam, kekerasan, kenakalan remaja, bullying, drug, pejabat sekolah yang korupsi digambarkan semua oleh si penulis.  Sempat saya tertegun, apakah sekolah semacam ini ada di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang paling mengerikan bagi saya adalah adegan-adegan penyiksaan antara siswa yang berkuasa dengan korbannya.  Senjata macam rantai baja, satan belati, bacok-membacok hingga darah yang berceceran (mengingatkan saya pada fdrama..ilm-film sadis ala Jepang) membuat saya merinding.  Apakah praktek semacam ini juga ada dalam realitas?  Atau penulisnya hanya sekedar melebih-lebihkan sebuah adegan cerita?  Kenapa pihak sekolah tidak mengetahui pelanggaran-pelanggaran itu?  Puncaknya adalah ketika terjadi adegan pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan berulang-ulang.  Tidak ada kata lain yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan novel ini selain kata SADIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti cerita dari novel ini sebetulnya tentang kehidupan remaja.  Masalah-masalah percintaan, persahabatan, setia kawan, persaingan dan permusuhan antar siswa menjadi pengembang plot novel ini.  Sayangnya, penulis seperti terkesan terlalu mencurahkan perhatian pada adegan-adegan sadisnya dibanding penekanan pada plot dramanya (apalagi saya ini penggemar berat drama….^^).  Apakah karena penulisnya seorang remaja laki-laki?  (Oh, memangnya gender mempengaruhi gaya bercerita gitu?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, novel ini mengingatkan saya pada film-film dengan tema kebrutalan remaja sejenis dari luar negeri.  Jujur, saya yang berasal dari SMU lokal yang biasa-biasa saja masih agak kesulitan membayangkan hal ini mungkin saja bisa benar-benar terjadi di sekolah-sekolah Indonesia.  Tapi berita-berita mengenai kekerasan dalam pendidikan yang masih sering saya dengar seperti apa yang dulu menimpa STPDN, atau aksi-aksi tawuran, genk dan premanisme remaja, atau aksi kekerasan para guru terhadap murid membuat saya berpikir, mungkin saja apa yang tergambar dalam novel ini memang terjadi di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan itu membuat saya ikut melontarkan pertanyaan yang serupa dengan Irvan, penulis devils Wear Prada, ”Dimana peran sekolah sebagai institusi pendidikan dan peran guru sebagai pengajar?  Mau jadi apa generasi-generasi brutal semacam itu kelak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damned, Irvan!  You really have messed my mind up through your story.  Saya tidak tahu apa saya harus memberikan pujian pada penulisnya atau mengumpat.  Yang jelas saya merasa sangat bersyukur telah bersekolah di sebuah SAM daerah yang memilikilingkungan dan teman-teman yang baik, jauh sekali dari potret sekolah yang tergambar dalam Devils Wear Uniform.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, dan silakan baca ringkasan lengkapnya di sini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penerbitmmp.blogspot.com/2009/03/buku-devil-wears-uniform-iblis.html"&gt;http://penerbitmmp.blogspot.com/2009/03/buku-devil-wears-uniform-iblis.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5569007211381270986?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5569007211381270986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/kebrutalan-sebuah-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5569007211381270986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5569007211381270986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/kebrutalan-sebuah-sekolah.html' title='Kebrutalan Sebuah Sekolah'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/Sg_lYARDfmI/AAAAAAAAAF0/WB-HWrERolQ/s72-c/devil+baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-1409686794196757302</id><published>2009-12-05T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:22:44.492-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review film'/><title type='text'>Potret Keluarga di Kota Terpencil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZm48SKFOI/AAAAAAAAAFM/BJiHtLKzRY8/s1600-h/eAADDv51.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZm48SKFOI/AAAAAAAAAFM/BJiHtLKzRY8/s200/eAADDv51.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334063937107924194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan penggemar dan pengikut setia perkembangan film, terutama film-film Hollywood tapi ingin menonton film-film yang bermutu dan bagus?  Saya punya saran, pilih film-film Hollywood yang bernominasi.  Nominasi Academy award, Golden Globe, Canes  festival atau festival film lainnya (walaupun tidak selalu menjamin), cukup bisa dijadikan acuan untuk memprediksi kualitas sebuah film.  Saya akui saya juga termasuk mereka yang mnggunakan daya tarik nominasi dan endorsement mereka yang lebih ahli saat memilih sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What’s Eating Gilbert Grape adalah salah satu film yang cukup lawas tapi tidak bisa dilewatkan begitu saja.  Sebagai penggemar film-film Leonardo di Caprio, film ini menjadi salah satu must be seen movie list saya.  Sayangnya saya baru bisa mendapat film buatan tahun 1993 sekarang (haduh, itu sih lima belas tahun lalu…^^)  Disutradari oleh Lassle Hallstrom dan dibintangi oleh Johny Deep, Leonardo di Caprio, dan Juliette Lewis, film ini menawarkan sebuah cerita drama yang menarik untuk diikuti (faktor eye candy bisa liat tampang keren Johny Deep waktu muda juga merupakan hibutran tersendiri ^^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What’s Eating Gilbert Grape bercerita tentang kehidupan keluarga Grape yang tinggal di Edora, sebuah kota kecil yang sederhaana dan statis.  Adalah Gilbert (Johny Deep) si anak sulung yang mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga menggantikan ayahnya yang bunuh diri.  Bersamanya tinggal ibunya, Bonnie Grape yang mengalami obesitas akut karena depresi atas kematian suaminya, dua orang adik perempuannya Ellen Grape, yang mengambil alih peran ibu rumah tangga keluarga Grape dan Amy, gadis yang mulai beranjak dewasa dan Arnie Grape (Leonardo di Caprio), kakak laki-laki Amy yang mengalami keterbelakangan mental.  Dengan segala kekurangannya, keluarga Grape mencoba untuk terus bersama dan saling mendukung.  Sementara Gilbert yang selama ini menganganggap hidupnya mungkin akan selamanya terikat dengan keluarganya bertemu dengan Becky (Juliette Lewis) yang mendorongnya untuk memikirka sebuah keinginan untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menonjolkan sebuah tema keluarga yang menarik.  Bagaimana Gilbert selalu melindungi Ernie, bagaimana anak-anak Grape mendukung Bonnie dan sikap mereka menghadapi masyarakat adalah beberapa hal yang bisa direnungi.   Hallstron, sang sutradara juga memberikan banyak adegan yang memiliki makna implisit yang dalam.  Kestatisan Endora digambarkan dengan rutinitas keluarga dan masyarakat yang cukup menarik.  Rumah keluarga Grape yang terpencil, penekanan keramaian yang ditimbulkan saat Ernie memanjat menara air kota, atau saat pembukaan stand burger baru yang meriah, atau ketakjuban Gilbert saat memasuki supermarket kota cukup memberikan gambaran keterasingan Endora.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak bisa dilewatkan adalah akting jenius dari Leonardo di Caprio sebagai Ernie Gilbert, pemuda berusia 18 tahun yang mengalami keterbelakangan mental.  Bagi saya pribadi, terlepas dari kesukaan saya terhadap Leonardo, karakter Ernie benar-benar berhasil mencuri perhatian saya di setiap scene.  Adegan atau tingkah laku kecil Ernie selalu menarik untuk disimak.  Leonardo benar-benar berhasil menghidupkan peran ini dengan manis dan tidak berlebihan.  Dia berhasil memunculkan sosok sweet and adorable little Ernie tanpa mengurangi atau melebihkan sifat keterbelakangan mentalnya.  Walaupun di bagian akhir saya sempat dibuat heran bagaimana seorang Ernie Grape bisa menerima penjelasan Gilbert bahwa mereka akan membakar rumah bersama ibu mereka.  Sayang sekali Hallstron tidak menggambarkan pembicaraan apa yang terjadi di antara mereka hingga Ernie tiba-tiba berubah menjadi sedikit lebih dewasa.  Namun kemampuan akting Leonardo di sini cukup mengagumkan.  Tidak heran kalau dia bisa mendapat nominasi Academy Award sebagai peran pembantu terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, bagi penggemar film nuansa drama, What’s Eating Gilbert Grape tidak boleh dilewatkan.  Saya rekomendasikan ini sebagai must be seen movie ever ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-1409686794196757302?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/1409686794196757302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/potret-keluarga-di-kota-terpencil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1409686794196757302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1409686794196757302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/potret-keluarga-di-kota-terpencil.html' title='Potret Keluarga di Kota Terpencil'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZm48SKFOI/AAAAAAAAAFM/BJiHtLKzRY8/s72-c/eAADDv51.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-7365296899287256150</id><published>2009-12-05T18:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:20:40.150-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Tema homoseksualitas:  Pro vs Kontra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZlic63SJI/AAAAAAAAAFE/aBDZf1UEWFc/s1600-h/pria-terakhir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZlic63SJI/AAAAAAAAAFE/aBDZf1UEWFc/s200/pria-terakhir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334062451219974290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZliSqw_JI/AAAAAAAAAE8/bwwehXcjR64/s1600-h/gemblak_for_blog1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZliSqw_JI/AAAAAAAAAE8/bwwehXcjR64/s200/gemblak_for_blog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334062448468098194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya menamatkan membaca dua novel dengan tema homoseksualitas.  Melihat banyaknya tema novel homoseksualitas yang beredar belakangan ini (bahkan draft sayapun bertema sama ^^) saya jadi berpikir sepertinya tema homoseksualitas sedang menjadi tema in di kalangan penulis (atau penerbit?).  Tapi kembali ke tingkat pemahaman atas tema minor tersebut, apakah novel-novel tersebut benar-benar menampilkan sebuah fenomena yang patut direnungkan dan bisa membuka sebuah sudut pandang baru mengenai tema homoseksualitas yang masih dianggap tabu di Indonesia, atau hanya sekedar mengikuti sebuah trend, mencoba menyodorkan sebuah fenomena (yang dianggap) modern tanpa penggarapan lebih mendalam di segi pesan dan makna cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Novel berjudul Gemblak karya Enang Rokajat Asura  dan Pria Terakhir karya Gusnaldi adalah dua novel yang sangat berbeda namun memiliki sebuah kesamaan.  Dua-duanya mengangkat tema homoseksualitas dan menurut saya sama-sama memiliki tendensi untuk menggiring pembaca menuju sebuah penilaian (judgemental) tertentu terhadap isu homoseksualitas.  Menariknya, kedua novel mencoba menggiring pembaca ke sebuah penilaian yang bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemblak bercerita tentang tokoh Sapto Linggo, seorang mantan gemblak yang mencoba menentang keinginan Hardo Wiseso, seorang warok sakti, mantan majikannya sekaligus ayah dari istrinya, untuk “melamar” Prapto, adiknya untuk dijadikan gemblak.  Gemblak sendiri adalah sebuah fenomena budaya lama di daerah Jawa Timur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemblak adalah istilah untuk pemuda-pemuda remaja tampan yang menjadi pendamping seorang warok.  Biasanya seorang warok ”melamar” seorang gemblak dengan “mas kawin” seekor sapi atau jaminan untuk biaya pendidikan si gemblak.  Makin banyak gemblak yang dimiliki seorang warok akan meningkatkan harga diri warok yang bersangkutan.  Dalam sebuah grup reog, gemblak biasanya berperan sebagai penari jathilan dengan dandanan rapi dan riasan mencolok yang menggambarkan seorang pemuda tampan.  Ada sebuah kepercayaan bahwa seorang warok sakti pantang untuk menyentuh wanita.  Maka munculah anggapan bahwa banyak gemblak yang kemudian juga dijadikan sebagai pemuas kebutuhan seks para warok (walaupun hal ini tidak selalu terjadi).  Isu praktik homoseksual inilah yang mencoba diangkat dalam novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Pria Terakhir bercerita tentang hubungan penuh liku antara dua pria, Boby dan Dydy.  Diceritakan Boby, seorang gay jatuh cinta pada sahabat lamanya, Dydy, yang sayangnya sudah berkeluarga.  Namun kehidupan keluarga Dydy yang tidak harmonis membuka peluang Boby untuk masuk ke dalam hati Dydy.  Mereka lantas resmi berhubungan.  Disampaikan dengan metode ringan (plus sinetron ^^) khas cerita metropop, masalah demi masalah bergulir dengan akhir yang cukup di luar dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang terlihat jelas dari kedua novel itu adalah gaya bahasa.  Gemblak adalah novel yang mencoba menampilkan sebuah budaya sebagai latar belakang.  Kegemaran pengarangnya atas karya klasik terkenal Ronggeng Dukuh Paruk milik Ahmad Tohari tampak diumbar di sejumlah halaman.  Sementara Pria Terakhir justru memakai setting kehidupan urban yang hedonis dan (katanya) cukup gaul.  Tapi uniknya, dua-duanya sama-sama menyodorkan sesuatu yang sama pada saya, yaitu kesan sinetron.  Membaca &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemblak seperti melihat sinetron laga di televisi.  Plot kebenaran melawan kejahatan, duel ilmu kanuragan, streotype sosok jahat berwajah sangar dengan senjata menakutkan dan kaki tangan yang garang, lalu ”guru” tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok kakek tua nan bijak dan berilmu sakti mandraguna cukup mewakili gambaran sinetron laga (dan cerita-cerita laga klasik) di Indonesia.  Alur cerita juga sangat klise, dimana akhirnya kebenaran selalu menang melawan kejahatan.  Namun di lain pihak perbuatan dosa pasti akan selalu mendapat ganjaran.   Ending yang dipilih masuk ke dalam tipe penyelesaian mengambang yang bagi saya pribadi terkesan sama sekali tidak menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Pria Terakhir mewakili stereotype sinetron cinta pada umumnya.  Taburan adegan-adegan romantis (yang terasa dilebih-lebihkan), tebaran kata ”sayang”, ”I love you” dan teks sms cinta lainnya di sana-sini, dan konflik keluarga yang klise (pengkhianatan, keharmonisan dalam keluarg yang berantakan) benar-benar menggambarkan adegan-adegan sinetron (yang maaf) terasa kacangan bagi saya.  Pertanyaan ”mengapa begini”, ”mengapa begitu” berlompatan begitu saja dari kepala saya.  Perubahan sudut pandang yang tidak tertata dengan baik dan lompatan plot yang terasa begitu cepat di bab-bab akhir adalah beberapa hal yang membuat saya mengerutkan dahi.  Karakterisasi novel juga terkesan lemah.  Sikap Boby sama sekali tidak terasa seperti sikap seorang laki-laki, bahkan seorang pria flamboyan sekalipun.  Saya lebih merasa Boby lebih pantas menjadi perempuan saja.  Sementara karakter Dydy terasa menjengkelkan dengan sikapnya yang (dibuat terlalu) meledak-ledak.  Untuk pria seumuran dia karakter yang dibangun benar-benar terasa dangkal.  Konsistensi karakter Intan, istri Dydy juga terasa sangat lemah.  Dari segi teknik, saya pribadi menganggap novel ini agak mengecewakan.  Saya jadi bertanya-tanya sebetulnya penulisnya memahami karakter yang dia buat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, ada hal lain yang agak diluar ekspetasi saya ketika mulai membaca kedua novel itu.  Ini mengenai isu homoseksualitas yang sama-sama diangkat oleh keduanya.  Tadinya saya berharap bisa mendapatkan sebuah pandangan baru mengenai isu minor ini, sebuah pandangan yang tidak memberikan penilaian baik atau buruk, sebuah pandangan yang lebih bersifat gambaran dari sebuah fenomena yang mampu membuat saya merenung dan berpikir mengenai hal tersebut.  Sayangnya, kedua novel itu sama-sama gagal memenuhi ekspetasi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Sapto Linggo yang terus-terusan menyalahi takdir lamanya sebagai gemblak dan akhir tragis yang dia dapat (yang dia anggap) sebagai karma atas kenistaan masa lalunya bagi saya cukup menunjukkan judgement penulisnya terhadap isu homoseksualitas.  Sementara isu homoseksualitas dalam Pria Terakhir diangkat dengan begitu dangkal.  Penolakan dan penerimaan para tokoh ats isu ini terasa dipaksakan, bahkan ada yang terjadi begitu saja.  Sikap Intan, istri Didy terhadap perselingkuhan suaminya dengan Boby lebih mirip sikap seorang istri yang mengetahui istrinya berselingkuh daripada seorang istri yang mengetahui suaminya seorang gay.  Rasa jijik yang digambarkan terlalu dangkal.  Lalu sikap menerima anak-anak Dydy atas kehadiran Boby juga terasa lebih mirip sikap anak yang menerima kehadiran ibu baru daripada sikap anak terhadap teman laki-laki ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat sebuah cerita yang dalam dengan mengangkat isu-isu tertentu tidak bisa dilakukan hanya dengan mengumbar adegan menyentuh dan dramatis.  Lebih dari itu, dibutuhkan pemahaman mendalam penulisnya terhadap isu yang mencoba dia sampaikan.  Bagi saya pribadi, menulis fiksi sama seperti menulis sebuah karya ilmiah. Keduanya sama-sama membutuhkan riset dan pemikiran yang mendalam termasuk juga pendalaman karakter yang tidak main-main. Hal itu akan membuat novel yang dihasilkan, senegatif apapun itu, akan selalu tetap memiliki nilai-nilai positif yang bisa diambil oleh pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-7365296899287256150?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/7365296899287256150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/tema-homoseksualitas-pro-vs-kontra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/7365296899287256150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/7365296899287256150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/12/tema-homoseksualitas-pro-vs-kontra.html' title='Tema homoseksualitas:  Pro vs Kontra'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SgZlic63SJI/AAAAAAAAAFE/aBDZf1UEWFc/s72-c/pria-terakhir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-8648797620753697341</id><published>2009-03-15T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-12-05T18:57:27.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Nuansa Drama Asia Bersetting Perancis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/1667423.Autumn_in_Paris?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Autumn in Paris" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1186591270m/1667423.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/1667423.Autumn_in_Paris?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Autumn in Paris&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/696355.Ilana_Tan"&gt;Ilana Tan&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/49325871?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 3 of 5 stars&lt;br/&gt;Walaupun baru membaca dua novelnya, saya menganggap Illana tan sebagai salah satu penulis novel metropop favorit saya.  Dari segi tema cerita novel-novel Illana Tan tidak terlalu istimewa dan bombastis.  Plot cerita sederhana dan klise.   Gaya bahasa yang digunakan juga lugas dan terkesan seperti kalimat-kalimat terjemahan.  Tapi kemampuan Illana Tan untuk menjalin adegan demi adegan dan penuturan yang menaglir membuat saya selalu tertarik untuk terus mengikuti cerita dari awal sampai akhir.  Mungkin ini yang membuat saya menyukai novel-novelnya.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Auntumn In Paris berkisah tentang Anna Dupont, gadis Perancis, yang bertemu dan jatuh cinta dengan Tatsuya Fujiwara, seorang pemuda Jepang.  Ketika mereka saling menyadari kalau mereka saling menyukai, sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari tiba-tiba terbongkar dan menghancurkan semua harapan itu.  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Seperti novel Illana Tan yang lain, plot cerita ini terasa mengalir halus dan sangat feminim.  Taburan adegan romantis terdapat di sana-sini.  Kesan drama cinta Asia terasa kental sekali walaupun penulisnya memilih Perancis sebagai setting cerita (selain beberapa istilah Perancis dan nama tempat di Perancis, saya sama sekali tidak merasa berada di Paris, atau minimal seperti melihat film Perancis.  Berbeda ketika saya membaca Winter in Tokyo yang sangat terasa nuansa dorama Jepangnya ^^).  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Bagian favorit saya adalah ketika Tara datang ke Jepang dan bertemu dengan Keiko, tetangga apartemen Tatsuya yang juga berdarah separuh Indonesia seperti Tara.  Yang menarik dari adegan ini adalah kedua gadis itu bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia.  Saya menemukan tiba-tiba saja dialog yang terjadi di antara mereka terasa sangat “Indonesia” (walaupun tidak ber lu-gue, tapi kesan bahasa terjemahan mendadak menghilang).  Saya tidak tahu apa ini hanya sekedar perasaan saya atau Illana Tan memang melakukan tekhnik khusus dalam penyusunan kata-katanya sehingga nuansa pembicaraan antara Tara dan Keiko benar-benar seperti berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Intinya, bagi mereka yang suka novel-novel romantis, buku ini bisa dijadikan salah satu koleksi bacaan yang bagus dengan catatan, anda harus siap-siap dengan segala kemungkinan untuk endingnya.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-8648797620753697341?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/8648797620753697341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/nuansa-drama-asia-bersetting-perancis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8648797620753697341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8648797620753697341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/nuansa-drama-asia-bersetting-perancis.html' title='Nuansa Drama Asia Bersetting Perancis'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-795758804196688238</id><published>2009-03-15T06:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T05:40:59.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Imajinasi seorang Andrea Hirata</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4212386.Maryamah_Karpov_Mimpi_mimpi_Lintang?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang (Tetralogi Laskar Pelangi, Buku 4)" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1226922080m/4212386.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4212386.Maryamah_Karpov_Mimpi_mimpi_Lintang?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/647438.Andrea_Hirata"&gt;Andrea Hirata&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/45646759?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 4 of 5 stars&lt;br/&gt;Hal yang saya suka dari tetralogi Laskar Pelangi adalah kemampuan penulisnya dalam memberikan nuansa dan kisah yang berbeda pada setiap bukunya sehingga saya selalu penasaran untuk membaca seri berikutnya.  Laskar Pelangi, tidak disangkal lagi, merupakan salah satu novel yang edukatif dan inspiratif.  Sang Pemimpi membuat saya tertawa geli membayangkan kehidupan remaja yang unik dan menarik.  Edensor membawa saya bertualang bersama para mahasiswa di rantau dan para back packers.  Terakhir, Maryama Karpov menyodorkan imajinasi dan kisah dramatis yang menegangkan. &lt;span class="fullpost"&gt; Salut.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt; Walaupun bagi saya masterpiece keempat kali ini tidak setajam dan semenarik tiga buku sebelumnya (terutama bila dibandingkan dengan Laskar Pelangi), penulisnya tetap mampu memberikan sebuah tulisan yang menarik dan enak untuk dibaca.  Nuansa Melayu, dramatisasi adegan dan imajinasi yang berlebihan adalah kesan yang paling terasa dari buku ini.  Kalimat-kalimat yang digunakan maupun nama-nama yang dipilih dan latar belakang sejarah dan deskripsi mengenai Lanun (bajak laut) adalah beberapa hal menarik yang bisa disimak.  Imajinasi mengenai rencana pembangkitan kapal bajak laut yang tenggelam adalah bagian yang paling saya suka.  Keputusan Ikal untuk membuat sebuah kapal (termasuk belajar biola) adalah bagian yang paling inspiratif.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt; Secara garis besar Maryama Karpov berkisah tentang kehidupan Ikal setelah lulus dari Sorbonne university.  Bab pertama novel dibuka dengan adegan ujian tesis Ikal bersama dosen yang terkenal kejam.  Sang pembimbing yang tiba-tiba muncul di saat kritis menyodorkan sebuah adegan dramatis di bab awal.  Kisah berlanjut dengan kepulangan Ikal ke tanah air dan pemikirannya mengenai perbedaan kondisi masyarakat di daerahnya dengan Perancis.  Lagi-lagi kesan dramatis muncul di sini (misalnya ketika Ikal bercerita tentang orang-orang di kampungnya yang bagi saya lebih terasa seperti sindiran-sindiran sosial terhadap kebudayaa masyarakat Indonesia).  Kisah berlanjut dengan kisah Arai, reuni Ikal dengan anggota Laskar Pelangi, kontak Ikal dengan teman di luar negrinya dan usaha terakhir Ikal mencari A Ling, cinta sejatinya.  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Kesan berlebihan memang banyak ditemukan dalam novel ini.  Plot lambat yang berputar-putar dan terkesan diada-adakan juga sangat terasa.  Misalnya ketika Ikal bercerita tentang kebiasaan masyarakat di kampungnya dan bagaimana mereka menyambut dan menanggapi keberadaan dokter gigi di kampung mereka.  Namun demikian, bagian tersebut tetap saja menarik diiikuti karena penulisnya menyampaikan dengan gaya bahasa yang ringan, ironi dan kocak.  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Menurut saya, kisah sebenarnya dari novel Maryama Karpov justru dimulai ketika Ikal memutuskan untuk berpetualang mencari A Ling dan itu baru muncul setelah kita membaca hampir separuh novel (applause untuk penulisnya atas kemampuannya menulis pembukaaan yang begitu panjang).  Mengenai judul, saya sempat bingung kenapa judulnya harus bersub-judul, Maryama Karpov : mimpi-mimpi Lintang.  Yang lebih mengherankan lagi, nama Maryama Karpov yang didaulat sebagai judul utama justru hanya muncul sekilas di cerita (tidak lebih dari satu atau dua halaman).  Mimpi-mimpi Lintang justru terasa lebih sesuai karena kisahnya mencakup separuh buku.  Tapi apa artinya sebuah judul?  Toh, Maryama Karpov tetap judul yang menarik untuk dilihat.  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Terlepas dari kesan dramatisir, khayalan yang berlebihan, ketidak realistisan, lebai atau istilah lainnya, tetap saja banyak amanat dan hal positif yang bisa saya petik dari novel ini.  Antara lain, selalu ada kemungkinan bagi kita untuk mempelajari sesuatu dan mewujudkan segala cita-cita yang awalnya terasa tidak mungkin dan sangat sulit selama kita tekun, sabar dan pantang menyerah.  Untuk itu, saya tetap menganggap Maryama Karpov sebagai salah satu novel yang amat sangat layak untuk dibaca oleh siapa saja. &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-795758804196688238?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/795758804196688238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/imajinasi-seorang-andrea-hirata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/795758804196688238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/795758804196688238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/imajinasi-seorang-andrea-hirata.html' title='Imajinasi seorang Andrea Hirata'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-879704028703486131</id><published>2009-03-15T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-12-05T18:59:08.164-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Another side of a cosmopolitan woman</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/2024336.A_Very_Yuppy_Wedding?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="A Very Yuppy Wedding" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1192091383m/2024336.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/2024336.A_Very_Yuppy_Wedding?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;A Very Yuppy Wedding&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/920483.Ika_Natassa"&gt;Ika Natassa&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/49314263?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 2 of 5 stars&lt;br/&gt;Tertarik membeli buku ini karena rekomendasi teman yang bilang bahwa ini ditulis oleh pengarang yang menulis Divortaire (padahal sampai detik saya menulis review ini, saya juga belum kesampaian baca Divortaire walaupun sudah beli.  Duh, mbak Ika Natasha, maaf ya…).  Alasan yang kedua  adalah rasa penasaran saya atas cara penulisnya mengurai plot masalah yang sepintas terkesan klise dan sinetron-abis.  Bagi saya tema seklise apapun bukan masalah, selama penyajiannay menarik dan inspiratif.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Ketika saya baca ringkasannya, saya sudah bisa menebak model cerita seperti apa yang akan saya nikmati.  Itu sebabnya penggambaran kehidupan socialita elit dan nama brand terkenal maupun bahasa Inggris yang bertaburan di sana-sini tidak membuat saya terkejut.  Terima kasih untuk mbak Ika Natasha saya jadi sedikit punya gambaran mengenai profesi banker, gaya hidup lajang elit dan merek-merek terkenal serta tempat-tempat gaul di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Walau demikian, saya tidak memungkiri beberapa hal yang membuat saya sedikit be-te ketika membaca buku ini.  Iri itu jelas.  Gaya hidup dan profesi para karakternya benar-benar bikin drolling (hehehe…).  Gambaran fisik Andrea yang terkesan sangat Mary Sue (meminjam istilah di dunia fanfic untuk menggambarkan tokoh yang sempurna –cantik, pintar-kaya-berpacar tampan) membuat makin jealous.  Untung karakter childish membuat rasa sirik saya dengan tokoh Andrea tidak berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Karakter tokoh menjadi alasan lain yang membuat saya makin bete.  Entah memang disengaja atau tidak oleh penulisnya, cara berpikir seorang Andrea Natasha memang terkesan kekanak-kanakan.  Cara berpikir itu lebih pantas untuk anak ABG yang baru sekali dua kali punya pacar.  Untungnya nasehat-nasehat tokoh Tania membuat saya berpikir, sepertinya karakter Andrea memang sengaja dibuat se-annoying itu oleh Mbak Ika.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Namun demikian, cara bercerita yang mengalir (walaupun gaya bahasa lo-gue bukan gaya bahasa favorit saya), plot yang enak diikuti (walaupun ternyata penyelesaiannyapun cukup biasa-biasa saja) membuat novel ini lumayan enak untuk dibaca, terutama bagi mereka penggemar cerita metropop atau roman popular dan tidak keberatan dengan gaya bahasa dan cara berpikir ala karakter teenlit.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-879704028703486131?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/879704028703486131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/another-side-of-cosmopolitan-woman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/879704028703486131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/879704028703486131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/03/another-side-of-cosmopolitan-woman.html' title='Another side of a cosmopolitan woman'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-5118592005372434048</id><published>2009-02-07T20:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:59:33.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Kok endingnya Begitu???</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/6034317.To_Tokyo_To_Love?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="To Tokyo To Love" border="0" src="http://www.goodreads.com/images/nocover-111x148.jpg?1233865626" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/6034317.To_Tokyo_To_Love?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;To Tokyo To Love&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/1349072.Mariskova"&gt;Mariskova&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/45699643?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 3 of 5 stars&lt;br/&gt;To tokyo to Love menarik perhatian saya karena setting Jepang yang ditawarkan.  Belakangan ini obsesi saya terhadap hal-hal berbau Jepang memang sedang melonjak.  Secara singkat buku ini bercerita tentang tokoh nina yang baru diputus oleh calon suaminya, Ian, yang terpaksa harus menikahi mantan pacarnaya, Karina, yang terlanju hamil. Untuk mengobati patah hatinya, Nina memutuskan untuk ke Jepang melanjutkan studi.  Di luar dugaan, melupakan kenangannya bersama Ian adalah hal yang sulit sekali dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Secara keseluruhan tulisan mbak Mariskova tidak beda dengan gaya novel-novel metropop lainnya.  Mengalir, menarik, plot rumit berbalut adegan romantis antara Nina dengan teman cybernya.  Deskripsi tentang Jepang dan beberapa budayanya membuat novel ini memiliki nilai lebih.  Penulisnya cukup lihai menyelipkan informasi-informasi itu, termasuk potongan bahasa Jepang dalam kisahya.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Sepintas saya membaca beberapa chapter saat tokoh Nina berada di Jepang, saya merasa seperti diingatkan dengan film "You've got Mail"-nya Meg Ryan.  Dua orang yang bersahabat di dunia maya yang sama sekali tidak menyangka sebetulnya mereka sudah saling bertemu.  Saya nyaris kehilangan minat akan plot karena merasa sudah bisa menebak jalan ceritanya.  Tapi kemunculan Ian dan Karina kembali dalam kehidupan Nina membangkitkan semangat saya kembali untuk mengikuti cerita sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Walaupun begitu, tetap ada beberapa hal minor yang 9bagi saya) mengganggu kenikmatan  saya membaca novel ini.  Saya tidak terlalu suka tokoh Nina yang terlalu emosional.  Komentar "Ih, lebai..." terpaksa terlontar membuat bagian keluh kesah tentang patah hati dan penyesalan menjadi &lt;em&gt;such an annoying scene&lt;/em&gt; buat saya.  Dari sudut pandang saya pribadi, loncatan &lt;em&gt;time setting&lt;/em&gt; di beberapa scene cerita juga membuat saya bingung.  saya terpaksa harus sedikit meraba-raba untuk menentukan apakah dialog di bawahnya masih berada dalam setting waktu yang sama atau tidak (saya juga menemukan beberapa hal semcam ini di novel lain, dan itu bener-benar mengganggu kenikmatan membaca..^^)&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Chapter ending terasa muncul begitu tiba-tiba.  Mungkin penulisnya ingin mencoba sebuah efek dramatis seperti dalam film.  Tapi, saya kira menikmati visualisasi berbeda sekali dengan membaca.  Tetap saja saya kebingungan mengikuti plot bagian ending.  Sementara itu sejumlah pertanyaan penasaran saya justru sama sekali tak terjawab hingga saya menutup buku ini.  &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;em&gt;"Bagaimana dengan nasib Ian dan Karina?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Mbak Mariskova, boleh saya buat fanfic To Tokyo to Love??  XD...&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-5118592005372434048?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/5118592005372434048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/kok-endingnya-begitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5118592005372434048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/5118592005372434048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/kok-endingnya-begitu.html' title='Kok endingnya Begitu???'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-8721607123095123482</id><published>2009-02-07T08:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T19:00:27.975-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Nonton dorama Jepang</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4566934.Winter_in_Tokyo?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Winter in Tokyo" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1220710787m/4566934.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4566934.Winter_in_Tokyo?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Winter in Tokyo&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/696355.Ilana_Tan"&gt;Ilana Tan&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/38447974?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 4 of 5 stars&lt;br/&gt;Illana Tan membuat saya merasa seperti sedang melihat dorama Jepang dari bukunya ini.  Tidak terlalu melebihkan atau menonjolkan setting Jepangnya, tapi Illana Tan bisa membuat saya berasa di Jepang.  Gaya bahasa yang mirip teks-dubbing dorama Jepang membuat kesan doramanya makin terasa.  Kesan yang saya dapat saat membaca buku ini adalah mengaliiiiiiirrr.....dan romantiiiissss....&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;untuk yang suka drama Jepang atau Korea, wajib baca buku ini ^^&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-8721607123095123482?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/8721607123095123482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/nonton-dorama-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8721607123095123482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8721607123095123482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/nonton-dorama-jepang.html' title='Nonton dorama Jepang'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-8051599501050772332</id><published>2009-02-07T08:49:00.001-08:00</published><updated>2009-12-05T19:00:59.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel terjemahan'/><title type='text'>Yakuza Moon</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/521686.Yakuza_Moon_Memoirs_of_a_Gangster_s_Daughter?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster's Daughter" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1175500156m/521686.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/521686.Yakuza_Moon_Memoirs_of_a_Gangster_s_Daughter?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Yakuza Moon: Memoirs of a Gangster's Daughter&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/289441.Shoko_Tendo"&gt;Shoko Tendo&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/38446823?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 5 of 5 stars&lt;br/&gt;My first thought after finishing this nouvel would be "Amazing".  The life story of Shoko Tendo as a yakuza's daughter was very thrilling me.  The story made me wanna to read the chapters until the end.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Another big compliment should be creited to AS Laksana, the translator.  He is a famous writer in Indonesia too.  In my opinion he had done a very good job in translating this nouvel as I could drawn to the story so well.&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-8051599501050772332?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/8051599501050772332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/yakuza-moon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8051599501050772332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8051599501050772332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/yakuza-moon.html' title='Yakuza Moon'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-6614721945835555746</id><published>2009-02-07T08:45:00.000-08:00</published><updated>2009-04-19T05:38:18.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review kumcer'/><title type='text'>Sastra Muda yang Peduli Budaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/3636481.Cari_Aku_di_Canti?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Cari Aku di Canti" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1215169624m/3636481.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/3636481.Cari_Aku_di_Canti?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Cari Aku di Canti&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/1542517.Wa_Ode_Wulan_Ratna"&gt;Wa Ode Wulan Ratna&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/41071676?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 5 of 5 stars&lt;br/&gt;Hebat, itu komentar pertama saya setelah menyelesaikan buku ini.  Menurut saya penulisnya benar-benar cerdas karena dia berhasil mengkombinasikan tekhnik bercerita yang indah dengan nuansa budaya kental dan kepedulian-kepedulian akan isu-isu sosial (terutama tentang perempuan, adat dan lingkungan hidup) dengan baik.  Saya benar-benar menikmati dari cerpen awal hingga terakhir.  Nuansa cerita yang cukup variatif membuat saya tidak bosan dengan parade cerpen yang ditampilkan buku ini.  Tidak heran kalau buku ini masuk dalam nominasi KLA 2008.  &lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-6614721945835555746?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/6614721945835555746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/sastra-muda-yang-peduli-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6614721945835555746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/6614721945835555746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/sastra-muda-yang-peduli-budaya.html' title='Sastra Muda yang Peduli Budaya'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-1049445430200362674</id><published>2009-02-07T08:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T19:01:27.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel pop'/><title type='text'>Lovey-dovey in Boys Love Story</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4728687.Tryst_A_Queer_Love_Story?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Tryst: A Queer Love Story" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1224634993m/4728687.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4728687.Tryst_A_Queer_Love_Story?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Tryst: A Queer Love Story&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/1968554.Elmo"&gt;Elmo&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/45641944?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 2 of 5 stars&lt;br/&gt;Saya tertarik dengan temanya yang mencoba mengangkat kisah para homo.  Waktu baca catatan mengenai pengarangnya yang sebelumnya berkecimpung di dunia fanfic (yang konon gudangnya cerita-cerita &lt;em&gt;queer&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;slash&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;shounen-ai&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;yaoi&lt;/em&gt; atau apalah...), saya pikir saya akan membaca sebuah cerita gay dengan kualitas &lt;em&gt;"angst"&lt;/em&gt; sangat kental yang bisa membuat saya merenung tentang arti sebuah cinta, pengorbanan, kepahitan, kebahagiaan bahkan mungkin meneteskan air mata lega atau sedih atau semacamnya (tipikal cerita-cerita &lt;em&gt;queer&lt;/em&gt; favorit saya di dunia &lt;em&gt;fanfic&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Sayangnya ceritanya agak mengecewakan ekpektasi saya.  Tryst terasa lebih menonjolkan sisi &lt;em&gt;lovey-dovey&lt;/em&gt; tokoh-tokoh utamanya dari pada kualitas plotnya.  Situasi percintaan merekapun berasa tidak jauh beda dengan situasa percintaan pasangan hetero (antara pria dan wanita).  Mungkin karena karakterisasi yang kurang kuat?  (&lt;em&gt;dunno...&lt;/em&gt;) Sisi emosional seperti pengakuan Vincent pada adik perempuannya mengenai hubungannya dengan Dorian, atau saat Dorian dan Vincent sama-sama ragu dengan perasaan dan keputusan mereka (yang berasa &lt;em&gt;too obvious&lt;/em&gt; sejak awal cerita bagi saya.  Aduh, saya masih menganggap itu seharusnya bisa dibuat lebih &lt;em&gt;vague&lt;/em&gt; lagi supaya lebih seru), atau saat terbukanya rahasia hubungan diantara tiga anak bandel kesayangan Dorian seharusnya bisa dibuat lebih "menggigit" lagi.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Tapi bukan berarti saya tidak menikmati novel ini.  Penulisnya tahu benar bagaimana merangkaian kalimat-kalimat yang memikat.  Saya suka gaya bahasanya.  Lugas dan mengalir.  Lagipula &lt;em&gt;scene-lovey-dovey-nya&lt;/em&gt; lumayan romantis.  Saya bilang ceritanya ini mungkin lebih cenderung ke arah &lt;em&gt;fluff&lt;/em&gt; daripada &lt;em&gt;angst&lt;/em&gt; (padahal saya lebih suka &lt;em&gt;angst&lt;/em&gt;...hiks..).  Hanya yang membuat saya heran, kok saya lebih nyaman membayangkan para tokohnya dalam setting Jepang daripada setting Eropa, ya... Apalagi karakter Dorian gale... ^^&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Mungkin bagi pecinta cerita romantis dengan banyak "aww..!" dan berakhir happy ending, Tryst bisa jadi rekomendasi yang bagus, dengan catatan :&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;1.  Anda terbiasa dengan kisah &lt;em&gt;boys-love&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;2.  Kalaupun anda tidak terbiasa, anda bisa mengesampingkan kenyataan bahwa itu kisah &lt;em&gt;boys-love&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;^^&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-1049445430200362674?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/1049445430200362674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/lovey-dovey-in-boys-love-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1049445430200362674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/1049445430200362674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/lovey-dovey-in-boys-love-story.html' title='Lovey-dovey in Boys Love Story'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8224972937458967792.post-8324551858817324162</id><published>2009-02-03T19:56:00.001-08:00</published><updated>2009-04-19T05:36:13.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review novel'/><title type='text'>Bila Seorang Dee  Curhat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4815886.Rectoverso?utm_medium=api&amp;amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"&gt;&lt;img alt="Rectoverso" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1222564447m/4815886.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/4815886.Rectoverso?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;Rectoverso&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://www.goodreads.com/author/show/164478.Dee"&gt;Dee&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.goodreads.com/review/show/39102796?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;&lt;h3&gt;My review&lt;/h3&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  rating: 4 of 5 stars&lt;br/&gt;Konsep lagu-cerpen sebetulnya bukan hal baru bagi saya. Bersama teman-teman dari komunitas fanficiont di internet, saya sudah beberapa kali mencoba mengadaptasi lagu menjadi sebuah cerpen. Perbedaan karya Dee dengan kami adalah lagu dan cerpen dalam buku ini adalah karya-karya di dalamnya benar-benar sebuah Recto Verso yang berasal dari satu kepala. Hal ini sangat sesuai dengan makna Recto Verso, yaitu dua hal yang seolah berbeda dan berlainan namun sebetulnya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Membuka halaman demi halaman Recto Verso, saya bertanya-tanya hidangan apa lagi yang kali ini sedang disodorkan oleh seorang Dee Lestari. Apakah ini akan seindah kisah romantis berbalut paparan ilmiah yang berat macam Supernova satu, atau semanis rangkaian kisah yang disampaikan secara ringan macam Filosofi Kopi yang memaksa saya untuk berpikir dan merenung apa yang tersirat di balik setiap kisah yang mengalir ringan, atau bahkan sekedar jalinan kisah petualangan yang menarik dan mencengangkan dengan tema semi fantasi macam sequel supernova lainnya? Maka dimulailah petualangan saya menyelami parade cerpen yang disuguhkan dalam Recto verso.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Secara keseluruhan, gaya penulisan Dee dalam Recto Verso masih tetap indah dan mengagumkan bagi saya. Pemilihan kata, penyusunan kalimat dan permainan metafora untuk penulis sekaliber Dee masih tetap melekat dan terasa kental dan menarik. Bahkan saya menemukan sejumlah nuansa yang lebih berat dan gelap di beberapa cerpen. Tidak biasanya sang penulis menjadi begini melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Berbicara tentang tema dan nuansa, setelah menyelesaikan cerpen terakhir, saya baru menyadari dalam buku ini tidak ada cerpen yang bernuansa gembira. Saya semakin terkejut ketika mendapatkan tema yang nyaris seragam dalam parade cerpen itu. Semua berkisah tentang kehilangan, perpisahan, penantian atau kekecewaan. Dee memang memperlihatkan keahliannya dalam menerapkan berbagai variasi tekhnik sudut pandang dalam cerpen-cerpennya. Namun hal itu tidak bisa menutupi keseragaman tema yang terasa dari awal sampai akhir. Hal ini membuat saya berpikir apakah sang penulis memang sedang dalam suasana hati negatif ketika menulis cerpen-cerpen ini?&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Nuansa yang berbeda saya rasakan ketika membaca kumpulan cerpen Dewi sebelumnya dalam Filosofi Kopi. Cerpen-cerpen di dalamnya menjanjikan rangkaian variasi tema yang menarik dengan cara bercerita yang menggelitik. Kegembiraan membaca pesan-pesan kisah Dee tidak lagi saya rasakan dalam Recto Verso. Dari setiap cerpen saya merasa dipaksa untuk melihat kepahitan demi kepahitan dalam cinta. Semuanya begitu jelas terbaca, seperti bayangan yang terpantul pada permukaan cermin atau air yang jernih, membuat saya berpikir, ”Apakah Dee sedang mencoba menyampaikan sesuatu tentang hidupnya pada saya?” Hal yang terburuk, keseragaman tema dan nuansa itu bahkan mulai membuat saya bosan.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Saya memang bosan. Tapi kebosanan saya cukup terobati dengan kepiawaian penulis dalam menyajikan ceritanya. Bentuk rilis masih saya temukan pada beberapa cerpen awal, membuat saya merasa tertantang untuk menelaah lapis demi lapis kisahnya, sekedar untuk memastikan kebenaran makna yang saya tangkap di dalamnya. Tapi sayangnya, saya merasa tantangan-tantangan itu makin menyurut pada kisah-kisah berikutnya. Kisah-kisah itu mengalir makin "jelas" dengan tema yang makin ”terbaca”.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Dua buah cerpen yang ditulis dalam bahasa Inggris menarik perhatian saya. Apakah penulis memiliki tujuan tertentu sehingga menggunakan bahasa Inggris, atau hanya sekedar ingin berkonsistensi dengan syair lagunya? Saya mencoba menelaah dan menghayati secara khusus dua cerpen tersebut. Saya mendapatkan kehadiran dua cerpen berbahasa inggris itu justru makin memberatkan kekecewaa saya. Dari segi plot dan ending, kedua cerpen itu sama-sama dibuat tidak biasa. Namun saya menemukan tidak hanya nuansa rilis yang memudar, bahkan keindahan metafora dalam dua cerpen berbahasa Inggris itupun berkurang. Saya jadi berpikir, &lt;em&gt;”Haruskah dalam bahasa Inggris?”&lt;/em&gt; Bila ingin menampilkan nuansa lagu dalam cerpen, saya yakin seorang Dee Lestari bisa membuatnya menjadi sebuah cerita yang lebih indah dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;Terlepas dari kekecewaan saya terhadap parade cerpen Recto Verso, saya masih menyisakan kekaguman pada kemampuan berkisah seorang Dee Lestari. Terutama bagi mereka yang menyukai kisah drama melankolis dan untaian kata-kata indah, Recto Verso bisa menjadi salah satu ”must be bought item”&lt;br /&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/review/list/687404-Yosi?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review"&gt;View all my reviews.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8224972937458967792-8324551858817324162?l=apresiasi-yosi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/feeds/8324551858817324162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/bila-seorang-dee-curhat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8324551858817324162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8224972937458967792/posts/default/8324551858817324162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apresiasi-yosi.blogspot.com/2009/02/bila-seorang-dee-curhat.html' title='Bila Seorang Dee  Curhat'/><author><name>Me Is.....</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11729963930445639137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_vcQDPZBBjmQ/SPHu9Uk36uI/AAAAAAAAABc/tHhcMHTZErs/S220/4de1a08344f6fbc827fb8%26000.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
